Eka Darmawan Dorong Dunia Usaha Bantu Penyediaan Sarana Pemilahan Sampah

oleh
Sekretaris Kota Administrasi Jakarta Timur Eka Darmawan membuka kegiatan Coffee Morning dan Dialog Interaktif Kolaborasi Dunia Usaha di Aula Kecamatan Ciracas, Jumat (19/6/2026), sebagai upaya memperkuat sinergi pengurangan timbulan sampah melalui pemilahan dan pengolahan sampah dari sumbernya.
13.2K pembaca

Pemerintah Kota Administrasi Jakarta Timur memperkuat kolaborasi dengan dunia usaha dan masyarakat untuk mengurangi timbulan sampah di wilayah Kecamatan Ciracas. Langkah tersebut diwujudkan melalui kegiatan Coffee Morning dan Dialog Interaktif Kolaborasi Dunia Usaha yang dibuka Sekretaris Kota (Sekko) Administrasi Jakarta Timur, Eka Darmawan, di Aula Kecamatan Ciracas, Jumat (19/6/2026).

Kegiatan yang diikuti 120 peserta ini menjadi bagian dari upaya mempercepat pengurangan sampah dari sumbernya melalui pemilahan dan pengolahan sampah berbasis masyarakat.

Eka Darmawan mengatakan, program tersebut merupakan tindak lanjut dari Instruksi Gubernur DKI Jakarta Nomor 102 Tahun 2021 serta Instruksi Wali Kota terkait penanganan darurat sampah.

“Fokus utama kita adalah mengurangi timbulan sampah serta mengoptimalkan pemilahan dan pengolahan sampah langsung dari sumbernya,” kata Eka.

Menurutnya, keberhasilan program pengelolaan sampah tidak dapat dilakukan oleh pemerintah semata. Dibutuhkan kolaborasi antara pelaku usaha, tokoh masyarakat, lembaga kemasyarakatan, dan warga agar program berjalan efektif dan berkelanjutan.

Salah satu inovasi yang terus didorong adalah pembangunan biopori jumbo atau TPS Tanam untuk mengolah sampah organik rumah tangga. Sementara sampah anorganik, seperti plastik, diharapkan dapat dipilah dan didaur ulang sehingga memiliki nilai ekonomi.

“Kami membutuhkan dukungan semua pihak agar pemilahan sampah benar-benar berjalan. Dengan begitu, volume sampah yang harus diangkut ke tempat pembuangan dapat terus berkurang,” ujarnya.

Hadir dalam kegiatan tersebut Camat Ciracas Panangaran Ritonga, Wakil Camat Ciracas Dadang Yudi Hartono, para lurah se-Kecamatan Ciracas, kepala satuan pelaksana kecamatan, perwakilan RW, tokoh agama, tokoh masyarakat, serta pelaku usaha.

Panangaran Ritonga menjelaskan, peserta kegiatan terdiri dari perwakilan dunia usaha, pengurus RW, LMK, kader PKK, dan Karang Taruna. Masing-masing unsur diberikan peran untuk mendukung program pengelolaan sampah.

Kader Dasawisma PKK bertugas mendata warga yang sudah dan belum melakukan pemilahan sampah. Pengurus RW bertanggung jawab terhadap pelaksanaan di lapangan, sedangkan LMK dan Karang Taruna berperan dalam sosialisasi kepada masyarakat.

Untuk mendukung sarana pemilahan sampah, Kecamatan Ciracas mendorong pelaku usaha menjadi “orang tua asuh” bagi lingkungan sekitar dengan membantu penyediaan fasilitas pemilahan sampah di tingkat RW.

Selain itu, kecamatan juga menetapkan standar wadah pemilahan sampah. Untuk rumah tangga digunakan ember bekas cat berkapasitas 20–25 kilogram yang dapat digunakan dua kepala keluarga. Sementara di tingkat RT akan disediakan tong biru berkapasitas 30–60 liter dengan target lima tong di setiap RT.

Terkait pembangunan biopori jumbo, saat ini telah tersedia 10 titik di Kelurahan Kelapa Dua Wetan dan Susukan. Pembangunan dilakukan dengan memanfaatkan aset pemerintah daerah, dukungan alat berat dari Suku Dinas Sumber Daya Air (SDA), serta penggunaan buis beton sebagai tempat pengolahan sampah organik.

“Target kami setiap RW memiliki minimal satu biopori jumbo. Dengan total 49 RW di Kecamatan Ciracas, maka akan dibangun 49 titik biopori jumbo untuk mendukung pengurangan sampah dari sumbernya,” kata Panangaran.

Program ini diharapkan mampu mengurangi volume sampah yang dikirim ke TPST Bantargebang sekaligus meningkatkan kesadaran masyarakat dalam memilah dan mengolah sampah secara mandiri.

No More Posts Available.

No more pages to load.

Siap