50 Guru SMK Indonesia Magang di Jerman untuk Perkuat Kompetensi Vokasi

oleh
Menteri Pendidikan Dasar dan Menengah Abdul Mu’ti melepas 50 guru SMK peserta program Magang Luar Negeri bagi Guru SMK Tahun 2026 di Jakarta.(Sumber: Kemendikdasmen.go.id)
28.5K pembaca

Kementerian Pendidikan Dasar dan Menengah (Kemendikdasmen) melepas 50 guru sekolah menengah kejuruan (SMK) untuk mengikuti Program Magang Luar Negeri bagi Guru SMK Tahun 2026 di Jerman.

Pelepasan peserta dilakukan di Jakarta, Selasa (1/9/2026). Program tersebut merupakan kerja sama Kemendikdasmen dengan Lembaga Pengelola Dana Pendidikan (LPDP) untuk meningkatkan kompetensi guru sekaligus memperkuat kualitas pendidikan vokasi di Indonesia.

Belajar Teknologi dan Budaya Kerja Industri

Selama mengikuti program, para guru akan mendapatkan pengalaman langsung mengenai budaya kerja, teknologi terbaru, serta standar operasional industri bertaraf internasional.

Program ini melibatkan sejumlah mitra, antara lain Atase Pendidikan dan Kebudayaan Jerman, Technische Universität Dresden (TU Dresden), serta FESTO Germany sebagai mitra industri.

Menteri Pendidikan Dasar dan Menengah Abdul Mu’ti mengapresiasi kesempatan yang diberikan kepada 50 guru SMK tersebut. Ia meminta peserta memanfaatkan program dengan sebaik-baiknya, termasuk membangun jejaring selama berada di Jerman.

Menurut Abdul Mu’ti, peningkatan kualitas guru merupakan bagian penting dalam memperkuat pendidikan vokasi dan membutuhkan keterlibatan berbagai pihak.

Kompetensi Guru Diharapkan Berdampak ke SMK

Pengalaman yang diperoleh selama belajar di lingkungan industri dan perguruan tinggi di Jerman diharapkan dapat diterapkan setelah peserta kembali ke Indonesia.

Pengetahuan tersebut dapat digunakan untuk memperbarui pembelajaran dan kurikulum kejuruan, meningkatkan kompetensi teknis dan pedagogis guru, serta memperkuat penerapan teaching factory (Tefa) di SMK agar semakin sesuai dengan kebutuhan industri.

Abdul Mu’ti juga menegaskan bahwa SMK tidak hanya diarahkan untuk mempersiapkan lulusan memasuki dunia kerja. Pendidikan vokasi juga harus membuka ruang bagi pengembangan kewirausahaan dan melanjutkan pendidikan ke jenjang yang lebih tinggi.

Karena itu, kurikulum SMK perlu terus disesuaikan dengan perkembangan dunia kerja, teknologi, serta pilihan karier peserta didik.

Magang Berlangsung Tiga Bulan

Direktur Jenderal Pendidikan Menengah dan Pendidikan Khusus Tatang Muttaqin mengatakan program magang tersebut menjadi salah satu langkah pemerintah untuk meningkatkan kualitas pendidikan vokasi secara berkelanjutan.

Sebanyak 50 guru yang lolos seleksi akan mengikuti program selama tiga bulan di Jerman. Program mencakup tahapan fondasi, penguatan, imersi, dan kapitalisasi.

Para peserta berasal dari 16 provinsi dengan bidang kompetensi yang meliputi Teknologi Manufaktur dan Rekayasa, Teknologi Konstruksi dan Bangunan, serta Energi dan Pertambangan.

Dari jumlah tersebut, 34 guru akan menjalani pembelajaran di TU Dresden, sedangkan 16 guru lainnya mengikuti program di FESTO Germany.

Tatang mengatakan kualitas guru memiliki peran penting terhadap kualitas lulusan SMK. Karena itu, pengalaman yang diperoleh selama berada di Jerman diharapkan dapat menjadi bahan untuk mengembangkan pendidikan vokasi di Indonesia.

Ia juga meminta para peserta menjaga profesionalisme, kedisiplinan, tanggung jawab, dan integritas selama mengikuti program.

LPDP Dukung Keberlanjutan Program

Kepala Divisi Kerja Sama dan Pengembangan LPDP Agam Bayu Suryantoro mengatakan LPDP turut memfasilitasi pelaksanaan Program Magang Luar Negeri bagi Guru SMK Tahun 2026.

Menurut Agam, program tersebut memiliki nilai strategis karena dampaknya diharapkan dapat dirasakan dalam peningkatan kualitas pendidikan vokasi di Indonesia.

Evaluasi terhadap hasil program juga akan menjadi salah satu bahan pertimbangan untuk melihat peluang keberlanjutan program serupa pada masa mendatang.

Guru Daerah Antusias Belajar di Jerman

Salah satu peserta, Yenni Arta, guru SMKN 1 Sumatra Barat, mengaku antusias mendapatkan kesempatan mengikuti program tersebut.

Menurut Yenni, kesempatan belajar di Jerman menjadi pengalaman berharga, terutama bagi guru dari daerah yang ingin memperluas wawasan mengenai sistem pendidikan vokasi.

Ia berharap pengalaman selama magang dapat diterapkan dalam pembelajaran, termasuk saat mendampingi siswa yang mengikuti Lomba Kompetensi Siswa (LKS).

Program tersebut diharapkan tidak berhenti pada peningkatan kompetensi peserta, tetapi juga memberikan dampak lanjutan bagi sekolah dan peserta didik melalui penerapan pengetahuan serta praktik yang diperoleh selama berada di Jerman.

Catatan: Informasi ini dikutip dari situs resmi Kementerian Pendidikan Dasar dan Menengah Republik Indonesia, Rabu (2/9/2026).

No More Posts Available.

No more pages to load.

Siap