MotoGP Mandalika 2026 Pecahkan Rekor, 157.875 Penonton Hadir Selama Tiga Hari

oleh
Ribuan penonton menyaksikan gelaran MotoGP Mandalika 2026 di Sirkuit Internasional Pertamina Mandalika, Lombok Tengah, NTB. Total kehadiran selama tiga hari mencapai 157.875 orang, memecahkan rekor penyelenggaraan sebelumnya. (Ilustrasi AI)
16.1K pembaca

Gelaran Pertamina Grand Prix of Indonesia 2026 di Sirkuit Internasional Pertamina Mandalika, Lombok Tengah, Nusa Tenggara Barat (NTB), mencatat rekor baru jumlah penonton. Total kehadiran selama tiga hari penyelenggaraan, 9–11 Oktober 2026, mencapai 157.875 orang.

Berdasarkan data Dorna yang diberitakan ANTARA pada Minggu (11/10/2026), jumlah tersebut melampaui catatan MotoGP Mandalika 2025 yang mencapai 140.324 penonton.

Peningkatan ini memperlihatkan besarnya antusiasme masyarakat terhadap ajang balap motor kelas dunia yang kembali digelar di Indonesia. Capaian tersebut sekaligus memperkuat posisi Mandalika sebagai salah satu destinasi wisata olahraga atau sport tourism di Tanah Air.

Menteri Pemuda dan Olahraga Erick Thohir mengapresiasi seluruh pihak yang terlibat dalam penyelenggaraan MotoGP Mandalika 2026. Menurutnya, rekor jumlah penonton menjadi catatan positif bagi pelaksanaan ajang internasional tersebut.

Jumlah Penonton Terus Meningkat

Kehadiran penonton selama tiga hari pelaksanaan MotoGP Mandalika 2026 menunjukkan tren peningkatan dari hari ke hari.

Berdasarkan data yang dilaporkan ANTARA, jumlah penonton pada Jumat (9/10/2026) mencapai 39.510 orang. Angka tersebut meningkat menjadi 53.296 orang pada Sabtu (10/10/2026).

Puncak kunjungan terjadi pada Minggu (11/10/2026), dengan jumlah penonton mencapai 65.069 orang.

Jika dibandingkan dengan penyelenggaraan tahun sebelumnya, jumlah penonton pada 2026 bertambah 17.551 orang atau sekitar 12,5 persen.

Sebagai perbandingan, MotoGP Mandalika mencatat 102.801 penonton pada 2022, meningkat menjadi 102.929 orang pada 2023, kemudian mencapai 121.252 orang pada 2024 dan 140.324 orang pada 2025.

Tren tersebut menunjukkan bahwa daya tarik MotoGP Mandalika terus berkembang sejak pertama kali digelar di Indonesia pada 2022.

Berpotensi Menggerakkan Ekonomi Lokal

Selain menjadi ajang olahraga internasional, MotoGP Mandalika juga berpotensi mendorong aktivitas ekonomi masyarakat sekitar.

Sektor yang dapat merasakan dampaknya meliputi perhotelan, penginapan, kuliner, transportasi, perdagangan, serta usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM).

ANTARA melaporkan pada 8 Oktober 2026 bahwa InJourney membidik dampak ekonomi penyelenggaraan MotoGP Mandalika tahun ini mencapai hampir Rp5 triliun.

Dalam laporan tersebut, penyelenggaraan acara juga melibatkan hingga 3.000 tenaga kerja lokal dan sekitar 600 UMKM dalam ekosistem kegiatan.

Meski demikian, angka Rp5 triliun merupakan target dampak ekonomi yang dibidik penyelenggara, bukan angka realisasi akhir yang telah dipastikan. Pengukuran lebih lanjut diperlukan untuk mengetahui nilai perputaran ekonomi yang benar-benar tercapai dan seberapa besar manfaatnya diterima masyarakat setempat.

Pariwisata Mandalika Jadi Perhatian

Kementerian Pariwisata menilai MotoGP Mandalika memiliki peran strategis dalam memperkuat posisi Indonesia sebagai destinasi wisata olahraga kelas dunia.

Dalam keterangan resminya pada 11 Oktober 2026, Kementerian Pariwisata menyebut penyelenggaraan MotoGP turut membuka peluang bagi sektor akomodasi, transportasi, kuliner, dan UMKM melalui meningkatnya aktivitas wisatawan.

Tingginya jumlah penonton juga menjadi peluang untuk memperkenalkan destinasi wisata di Lombok dan wilayah NTB kepada pengunjung dari berbagai daerah maupun mancanegara.

Namun, tantangan berikutnya adalah menjaga agar manfaat ekonomi tidak hanya berlangsung selama akhir pekan balapan. Kunjungan wisata yang berkelanjutan, promosi destinasi, peningkatan kualitas layanan, dan keterlibatan pelaku usaha lokal menjadi faktor penting untuk memperpanjang dampak positif kegiatan tersebut.

Tantangan Menjaga Manfaat Setelah Balapan

Rekor 157.875 penonton menjadi modal positif bagi pengembangan MotoGP Mandalika dan pariwisata NTB. Meski demikian, keberhasilan sebuah ajang internasional tidak hanya diukur dari jumlah penonton, tetapi juga dari manfaat ekonomi yang dapat dirasakan masyarakat.

Pemerintah, pengelola kawasan, pelaku pariwisata, dan UMKM perlu terus memperkuat kerja sama agar peluang usaha dapat berkembang di luar periode penyelenggaraan balapan.

Dengan pengelolaan yang berkelanjutan, MotoGP Mandalika berpeluang menjadi penggerak pariwisata sekaligus membuka ruang pertumbuhan ekonomi bagi masyarakat di sekitar kawasan.

Sumber:

  1. ANTARA – Erick Thohir: MotoGP Mandalika 2026 Cetak Rekor 157 Ribu Penonton
    https://www.antaranews.com/berita/5781190/erick-thohir-motogp-mandalika-2026-cetak-rekor-157-ribu-penonton
  2. ANTARA – Dampak Ekonomi dari MotoGP di Mandalika Dibidik Hampir Rp5 Triliun
    https://www.antaranews.com/berita/5777288/dampak-ekonomi-dari-motogp-di-mandalika-dibidik-hampir-rp5-triliun
  3. Kementerian Pariwisata – MotoGP Mandalika 2026 Semakin Perkuat Indonesia sebagai Destinasi Sport Tourism Kelas Dunia
    https://kemenpar.go.id/berita/siaran-pers-menpar-motogp-mandalika-2026-semakin-perkuat-indonesia-sebagai-destinasi-sport-tourism-kelas-dunia

No More Posts Available.

No more pages to load.

Siap