Gebyar Sumpah Pemuda Jakarta Timur, Siswa Pamerkan Kreativitas dan Inovasi Peduli Lingkungan

oleh
Wali Kota Administrasi Jakarta Timur Munjirin menghadiri Gebyar Sumpah Pemuda yang menampilkan kreativitas, inovasi, dan karya siswa dari berbagai jenjang pendidikan, Kamis (22/10/2026). Kegiatan ini juga mendorong pelestarian budaya dan kepedulian terhadap lingkungan.
4.2K pembaca

Pemerintah Kota Administrasi Jakarta Timur melalui Suku Dinas Pendidikan Wilayah I menggelar Gebyar Sumpah Pemuda di Aula Bambu Apus, Gedung Serbaguna Blok C, Kantor Wali Kota Jakarta Timur, Kamis (22/10/2026). Kegiatan ini menjadi ajang bagi siswa untuk menampilkan kreativitas, melestarikan budaya, dan mengembangkan inovasi yang mendukung pelestarian lingkungan.

Kegiatan tersebut diikuti siswa dari berbagai jenjang pendidikan, mulai dari taman kanak-kanak (TK), pendidikan khusus, sekolah menengah pertama (SMP), sekolah menengah atas (SMA), hingga sekolah menengah kejuruan (SMK). Para peserta menampilkan beragam karya dan keterampilan yang dikembangkan di lingkungan sekolah.

Mengusung tema “Semangat Sumpah Pemuda, Lestarikan Budaya dan Rawat Bumi Melalui Gerakan Pilah, Pilih, dan Olah Sampah di Sekolah”, acara ini turut dihadiri Wali Kota Administrasi Jakarta Timur Munjirin dan Kepala Dinas Pendidikan Provinsi DKI Jakarta Nahdiana.

Munjirin mengapresiasi penyelenggaraan Gebyar Sumpah Pemuda yang dinilai memberikan ruang bagi siswa untuk menunjukkan kemampuan dan mengembangkan potensi mereka.

Menurutnya, kegiatan tersebut juga membuktikan bahwa siswa di Jakarta Timur mampu menghasilkan karya dan inovasi yang dapat bersaing dengan pelajar dari daerah lain.

“Ini sangat kami apresiasi sebagai wadah bagi siswa-siswa yang sudah berkreativitas di sekolah masing-masing untuk bisa ditampilkan. Ini menunjukkan bahwa siswa-siswa di Jakarta Timur tidak kalah dengan siswa-siswa di kota besar lainnya,” kata Munjirin.

Ia berharap kegiatan serupa dapat dilaksanakan secara rutin agar semakin banyak siswa memperoleh kesempatan untuk memperlihatkan hasil karya sekaligus meningkatkan kreativitas dan inovasi.

Selain menampilkan seni dan budaya, para siswa memperkenalkan berbagai inovasi yang memanfaatkan teknologi dan bahan yang tersedia di lingkungan sekitar. Sejumlah karya menggunakan barang bekas, sementara inovasi lainnya mengolah hasil pertanian dan peternakan menjadi produk yang memiliki nilai guna.

Sekolah Didorong Aktif Mengurangi Sampah

Gebyar Sumpah Pemuda juga menjadi sarana edukasi mengenai pentingnya pengurangan sampah melalui kebiasaan memilah dan mengolah sampah sejak dari sumbernya.

Munjirin menilai sekolah memiliki peran penting dalam membentuk kebiasaan peduli lingkungan. Melalui pembiasaan tersebut, siswa diharapkan tidak hanya menjaga kebersihan sekolah, tetapi juga menerapkan pengelolaan sampah di rumah dan lingkungan masyarakat.

“Kalau sekolah sudah melaksanakan pemilahan dan pengolahan sampah, ini sangat mengurangi volume sampah. Siswa yang sudah memahami kegiatan pengurangan sampah juga diharapkan bisa menerapkannya di rumah maupun di lingkungannya,” jelasnya.

Ia juga mendorong siswa menjadi pelopor kepedulian lingkungan di keluarga masing-masing. Caranya, dengan mengajak orang tua dan anggota keluarga membiasakan pemilahan sampah serta mengurangi sampah yang dibuang.

Pemerintah Kota Administrasi Jakarta Timur akan terus memantau pelaksanaan pemilahan dan pengolahan sampah di sekolah maupun di wilayah. Upaya ini diharapkan berjalan konsisten dan berkelanjutan sehingga kesadaran menjaga kebersihan serta kelestarian lingkungan semakin meningkat.

Melalui Gebyar Sumpah Pemuda, pemerintah kota mendorong generasi muda untuk tidak hanya mengembangkan kreativitas dan melestarikan budaya, tetapi juga mengambil peran nyata dalam menjaga lingkungan sejak dini.

No More Posts Available.

No more pages to load.

Siap