Ignatius Kardinal Suharyo mengajak umat Katolik di lingkungan TNI dan Polri menjalankan tugas serta tanggung jawab dengan sukacita, kasih, dan keadilan. Menurutnya, pengabdian tidak hanya tentang menjalankan profesi, tetapi juga menjadi jalan untuk menghadirkan nilai-nilai kebaikan dalam kehidupan sehari-hari.
Pesan tersebut disampaikan Kardinal Suharyo saat memimpin misa bagi umat Katolik di lingkungan TNI dan Polri di Gereja St. Martinus Lanud Dhomber, Balikpapan, Kalimantan Timur, Rabu (21/10/2026).
Dalam misa tersebut, Kardinal Suharyo didampingi Wakil Uskup Ordinariatus Castrensis Indonesia (OCI), Romo Kolonel (Purn.) Yos Bintoro, Pr., serta sejumlah imam lainnya. Hadir pula sejumlah purnawirawan TNI-Polri dan Kepala Sekolah Polisi Negara, Yohanes Arri Budi Slamet Riyadi.
Kardinal Suharyo menjelaskan bahwa kunjungannya bersama rombongan dari Jakarta merupakan bagian dari perjalanan pastoral untuk menyapa umat Katolik yang mengabdikan diri di lingkungan TNI dan Polri.
Ia juga mengingatkan bahwa pelayanan rohani bagi umat Katolik di lingkungan militer memiliki sejarah panjang di Indonesia. Pelayanan tersebut berkembang seiring perjalanan bangsa dan Gereja Katolik, termasuk pendampingan bagi anggota kepolisian.
“Keuskupan ini sangat khusus karena di Indonesia tentara dan polisi yang beragama Katolik dilayani secara khusus,” ujar Kardinal Suharyo.
Menurutnya, pelayanan pastoral Ordinariatus Castrensis Indonesia bukan sekadar urusan kelembagaan Gereja, melainkan juga bagian dari tanggung jawab untuk mendampingi umat yang menjalankan pengabdian kepada negara.
Pengabdian Menjadi Jalan Menghadirkan Kebaikan
Dalam homilinya, Kardinal Suharyo mengajak umat memaknai kembali pekerjaan dan profesi. Bekerja memang menjadi sarana memenuhi kebutuhan hidup dan keluarga, sekaligus ruang untuk mengembangkan kemampuan diri. Namun, kehidupan tidak semestinya hanya berorientasi pada penghasilan atau pencapaian pribadi.
Ia menjelaskan bahwa nilai-nilai Kerajaan Allah dapat dihadirkan melalui kedamaian, kebenaran, kasih, dan keadilan yang diwujudkan dalam tindakan sehari-hari.
Menghormati sesama, menyelesaikan persoalan secara adil, dan memperlakukan orang lain dengan kasih merupakan contoh konkret penerapan nilai tersebut.
“Kalau di dalam mencari penyelesaian masalah yang dicari adalah keadilan, itulah datangnya Kerajaan Allah,” tuturnya.
Pesan ini, menurut Kardinal Suharyo, relevan bagi anggota TNI dan Polri yang bertugas menjaga keamanan, menegakkan hukum, serta melayani masyarakat. Tanggung jawab tersebut tidak hanya menuntut kemampuan profesional, tetapi juga integritas dan sikap yang berlandaskan kasih serta keadilan.
Jabatan Bukan untuk Kepentingan Pribadi
Kardinal Suharyo menegaskan bahwa setiap profesi dapat menjadi bagian dari panggilan hidup. Meski jalan hidup setiap orang berbeda, semua orang memiliki kesempatan untuk terus bertumbuh menjadi pribadi yang lebih baik dan semakin sempurna dalam kasih.
Ia memberikan contoh sederhana tentang latihan mengendalikan diri dalam kehidupan sehari-hari. Menahan diri agar tidak ikut membicarakan keburukan orang lain atau tetap menyediakan waktu untuk mendengarkan cerita anak merupakan bentuk nyata latihan kasih.
“Kesempatan-kesempatan seperti itu adalah semacam latihan untuk bertumbuh menuju kesempurnaan,” katanya.
Pesan tersebut juga berlaku bagi mereka yang memegang jabatan. Menurut Kardinal Suharyo, jabatan hendaknya dijalankan untuk melayani masyarakat, bukan semata-mata demi kepentingan pribadi atau kelompok.
Karena itu, tanggung jawab dalam pekerjaan perlu disertai kesediaan untuk menghormati orang lain, bersikap adil, dan mengutamakan kepentingan bersama.
Kardinal Suharyo Tekankan Pentingnya Sukacita
Selain mengingatkan pentingnya kasih dan keadilan, Kardinal Suharyo mengajak umat Katolik di lingkungan TNI dan Polri menjalankan tugas dengan hati yang gembira.
Baginya, sukacita dalam menjalankan tanggung jawab dapat menjadi bagian dari refleksi seseorang dalam memaknai panggilan hidup dan pengabdiannya.
Ia pun mengajak umat untuk mendoakan agar setiap orang mampu menjalankan tanggung jawab sesuai profesinya dengan penuh kegembiraan.
“Marilah kita sering mendoakan agar di dalam tugas dan tanggung jawab kita yang berbeda-beda, khususnya bagi bapak dan ibu di lingkungan TNI dan Polri, kita menjalankan semua tugas itu dengan gembira, dengan sukacita,” pesan Kardinal.
Kardinal Suharyo menegaskan bahwa pengabdian tidak hanya diukur dari keberhasilan menyelesaikan pekerjaan. Lebih dari itu, tugas yang dijalankan harus menjadi sarana menghadirkan kasih, keadilan, kedamaian, dan kebenaran.
Misa di Gereja St. Martinus Lanud Dhomber menjadi ruang perjumpaan bagi prajurit, anggota Polri, keluarga, dan umat Katolik untuk berdoa bersama.
Dari Balikpapan, pesan Kardinal Suharyo mengingatkan bahwa kehidupan iman dan pengabdian kepada negara dapat berjalan beriringan. Keduanya bertemu dalam semangat melayani dengan penuh tanggung jawab, menjaga keadilan, serta menjalankan tugas dengan sukacita demi keluarga, Gereja, masyarakat, dan bangsa.











