Kediri, sketsindonews – Keris merupakan simbol dari nenek moyang yang harus di hargai. Hal tersebut diutarakan seorang pecinta keris, Andi Sangkalet.
Menurut Andi sangkelat, dirinya mengeluti dunia perkerisan dan jamasan pusaka keris, sejak lama dan sudah turun temurun.
“Menncitai keris dari jaman dulunya karena warisan nenek buyud atau simbah buyud,” ceritanya saat ditemui sketsindonews.com, minggu (20/8), di Kediri, Jawa Timur.di bursa seno pati Nusantara, Panji Joyo Boyo.
Dia bercerita bahwa, “Keris adalah simbul dari nenek moyang yang harus kita hargai, karena keris adalah hasil karya sang empu yang begitu hebat maka kita harus bisa melestarikan sejarah dari kerajaan kita pada zaman dahulu.”
Andi sangkelat yang awalnya belum ikut terjun dalam bisnis jual beli keris, terus menekuni dan memulai bisnis tersebut secara perlahan dan akhirnya mulai merasakan hasilnya.
Suka duka dalam bisnis keris telah dilalui pria asal Yogyakarta ini, terutama saat terjadi salah perhitungan dalam menentukan harga. “Kadang beli udah kemahalan dan ahirnya di jual dengan rugi, itu sudah wajar dan dia tidak mengeluh, tetep semangat dan tetep bersukur,” ucapnya.
“Allhamdullilah bersyukur sudah bisa menyekolahkan anak, mencukupi keluarga yang dulunya ndak ada rumah sekarang sudah ada rumah bahkan mobil juga sudah ada,” tambah Andi Sangkelat.
(Amin)







