Hengki Lumban Toruan
HENGKI LUMBAN TORUAN CEO & Founder Sketsa Indonesia

Gong Xi Fa Cai

Selamat Tahun Baru Imlek 2577

Semoga Tahun Ular Kayu 2026 membawa kemakmuran & kebahagiaan
2026
🧧🐍 Imlek 2577

Pedagang Kurma di Garuk Satpol PP, Kami Warga Tanah Abang Pak..

3K pembaca

Jakarta, sketsindonews – Pedagang kurma kena garuk Satpol PP Kecamatan Tanah akibat menjorok di jalan bahu Jalan KH. Mas Mansyur, Tanah Abang. Sebanyak 3 lapak kurma terpaksa diangkut dalam penindakan dan penegakan Praja Wibawa Perda No. 8.Tahun 2007.(17/12)

Taufik Azis Komunitas Pedaganng Kurma menyatakan, pihak Satpol PP mengangkut pedagang dengan tidak melihat latar belakang kami ini warga lokal Tanah Abang, ungkapnya

Karena kami bukan melanggar aturan sampai kejalan jika pihak yang punya toko wilayah untuk memahami kami sedikit diberikan space dengan di fasilitasi Pemerintah Kecamatan.

Gambar

Ini yang tak pernah selesai sehingga kami dianggap melanggar dengan memakai badan jalan, ucap Taufik.

Dalam penertiban sepertinya di protes pedagang kurma untuk tidak mengangkut barang dagangan, namum hal ini sia – sia setelah petugas satpol memberikan pemahaman kepada pedagang.

Sumber media yang di terima sketsindonews.com.Kasatgaspol PP Kecamatan Tanah Abang Aries Tjahyadi menyatakan, tak ada toleransi terhadap pedagang yang melanggar Perda Nomor 8, tegasnya.

Kami harus tegas terhadap kawasan Tanah Abang untuk tertib dan diketahui secara sadar terhadap pelanggaran oleh pedagang terutama pada titik sumber macet dan bahu jalan untuk tak di gunakan dalam aktifitas ekonomi, jelasAries.

Anak Punk Malak di Razia Petugas

Sementara anak ABG yang disebut anak punk kerap kali memalak penumpang diangkutan umum Jalan Jati Pinggir Blok G, Pasar Tanah Abang, terpaksa diciduk petugas gabungan Pemko Jakarta Pusat.

punk.malak.razia.tanah.abang.doc 

Operasi Praja Wibawa, dipimpin Kasatpol PP Kecamatan Tanah Abang, Aries Tjahyadi di beberapa titik kawasan rawan kriminal ketertiban umum

“Ke empat anak Punk ini kita tangkap, lantaran banyaknya laporan keluhan masyarakat yang resah dengan keberadaan mereka di kawasan Jati Pinggir Blok G, Pasar Tanah Abang, Jakaeta Pusat yang disinyalir meminta paksa kepada penumpang bus dan mikrolet.

“Totalnya ada 5  yang terjaring. 4 orang anak Punk dan 1 orang manusia gerobak. Mereka langsung diserahkan ke Dinas Sosial untuk dilakukan pembinaan,” jelas Aries.

reporter : nanorame

No More Posts Available.

No more pages to load.

Siap