Jakarta,sketsindonews – Pengalihan angkutan sampah dari sang hari kemalam hari justru menjadikan alternatif efektif terkait dari pandangan lintas bau maupun menjadikan citra kawasan lintas padat lebih tertata.
Pengangkutan sampah pinggir jalan Kebon Kosong yang kini menjadi LPS seharusnya dilakukan hal sama seperti kawasan Utan Panjang, Harapan Mulia, Serdang Dan Cempaka Baru menjadi satu paket.
Warga Kebon Kosong sangat menginginkan kawasan LPS di Jalan Bendungan Jago titik PKL Jiung yang selama ini menjadi tempat LPS semestinya bisa diangkut malam hari.
Munculnya peningkatan jumlah sampah berdampak pembentukan LPS pinggir jalan, karena keberadaan PKL nutup jalan hingga jembatan orangpun digunakan berdagang sehingga memunculkan peningkatkan jumlah sampah di Kebon Kosong harus di lakukan antisipatif dengan angkutan sampah malam hari, ujar Warga Harry (34).(6/9)
Menurut sumber Lingkungan Hidup (LH) Kecamatan Kemayoran sampah yang diangkut pada pagi hari di LPS tersebut meliputi sampah dari warga RW 01 dan RW 05 Kebon Kosong mencapai 40 – 50 meter kubik perhari, ucap Oman.
Lain lagi tanggapan Budi (49) warga Kemayoran berharap petugas Lingkungan Hidup (LH) Kecamatan Kemayoran sangat setuju bila pengangkutan sampah Kemayoran Kebon Kosong diangkut pada Malam Hari lebih efektif selain estetika jalan lebih tertata, tandasnya
Warga hanya komplain pada bau sampah sementara PKL Jiung Kemayoran pengumpul sampah terbesar tidak menjadi persoalan untuk itu mengurangi sampah itu harus dilakukan malam hari selain antisiapsi pendestrian pinggiran kali untuk ditata Sudin Bina Marga.
Sementara Lurah Kebon Kosong Syamsul Ma’arif telah menunjuk kawasan itu menjadi LPS karena pertimbangan volume sampah bukan hanya meningkat tapi memang kami tak memiliki lahan untuk LPS selain sulit mencari lahan kecuali pinggir jalan untuk diangkut pada malam hari, ucap Syamsul.
nanorame






