Hydrophonic Bayam Hingga Bank Sampah, Produktifitas Penataan Kantor Lurah Kemayoran

oleh
57.1K pembaca

Jakarta, sketsindonews – Optimalisasi penataan ruang halaman Kelurahan Kemayoran Jakarta Pusat terus lakukan pembenahan lingkungan hijau serta optimalisasi fungsi Bank Sampah secara berkelanjutan oleh Tim yang dibentuk Lurah Rahmat Fajar.

Seperti diketahui tanaman sistem hydrophonic bayam seluas 10 meter dari pemanfaatan lahan ternyata sangat produktif dan sudah 2 kali panen membuat produksi kripik bayam.

“Uji coba ini sungguh menjadi langkah positif dari tanaman produktif (bayam) bisa berhasil guna oleh inisiatif gerakan ASN membangun lingkungan optimal apa yang tersedia bila kreatif bisa menjadi edukasi serta kebutuhan lingkungan,”paparnya, Rabu (5/8/20).

Gambar

Bank Sampah Produksi PPSU

“Disudut Kantor Kelurahan Kemayoran juga ada lokasi Bank Sampah yang saat ini menjadi model sesungguhnya secara aplikatif berjalan sesungguhnya bukan sebagai pajangan,” ujar Jojon Direktur Bank Sampah Kelurahan Kemayoran.

Menurut Jojon, Bank Sampah ini langsung di awasi Lurah untuk dijalankan menjadi satu penghasilan bagi peran PPSU untuk meningkatkan upah kerja secara gotong royong.

Sudah menjadi kewajiban baik PPSU untuk memilah dari hasil limbah lingkungan yang diwajibkan oleh teman PPSU untuk disetorkan ke Bank Sampah Kelurahan sesuai UU sampah dalam mengurai limbah menjadi satu hasil produksi.

“Hasil penjualan kami kordinir serta menjadi bahan hasil untuk keperluan PPSU sendiri pembagian hasil untuk keperluan mendesak para anggota pilah sampah,” katanya.

“Misal teman PPSU ada yang sakit kita bantu dari hasil Bank Sampah atau kebutuhan lain mendesak bisa menjadi solusi untuk para Anggota internal PPSU,” lanjutnya.

“Kedepannya bank sampah ini akan kami legalkan menjadi sebuah bentuk Koperasi Sampah sebagai langkah perbaikan legalitas dan management,” terang Jojon.

Sementara Lurah Rahmat Fajar mengatakan, “kami lakukan “straching” penekanan para Anggota PPSU agar pemanfaatkan komoditi sampah bisa berhasil guna dari limbah temuan di lingkungan warga untuk wajib para angggota menyetorkan.”

“Walau dengan bercanda kalo gak bawa hasil siap – siap saja PPSU bawa materai 6.000 untuk di tanda tangani, “kami pecat,” seloroh Rahmat.

Sebab lanjut Rahmat, bank sampah ini dibuat untuk mereka bisa menghasilkan dari profesi PPSU keseharian kerjanya bisa menghasilkan lebih hanya dari produksi sampah.

“Dari mereka untuk mereka hasilnya” kami hanya mengajarkan bagaimana sarana penataan lingkungan bisa dimaksimalkan secara baik oleh sebuah komitmen membangun hasil secara usaha yang jujur untuk mereka,” tutup Rahmat.

(Nanorame)

No More Posts Available.

No more pages to load.

Siap