Karimun, sketsindonews – Tempat Pembuangan Akhir (TPA) di Kelurahan Pasirpanjang, tepatnya di semenal Kecamatan Meral Barat seluas sekitar 1 hektar mulai sempit. Pasalnya, TPA tersebut tak mampu lagi menampung masuknya sampah industri maupun rumah tangga dari seluruh wilayah Karimun.
Untuk menampung seluruh sampah di Karimun, maka Badan Kebersihan dan Pertamanan Kabupaten Karimun bakal menambah luas areal TPA tersebut pada 2017 mendatang. Rencananya, BKP Karimun akan membebaskan lahan seluas 8 hektar untuk penambahan areal TPA tersebut. Saat ini, masih pengajuan anggaran dalam APBD 2017.
Kepala BKP Saat Ditemui tim sketsindonews.com di ruang kerja nya mengatakan “Pada tahun 2017 nanti, kami akan berusaha menambah luas lahan Tempat Pembuangan Akhir di Sememal, Kelurahan Pasir Panjang. Saat ini, kami masih kekurangan tempat untuk menampung sampah-sampah yang ada di Karimun. Luas lahan yang dimiliki sekarang baru 1 hektar,” ungkap Rosmawati.
Dikatakannya lagi pihaknya saat ini sedang berusaha menganggarkan dana untuk pembebasan lahan di Sememal seluas 8 Hektar dalam APBD 2017. Dengan adanya pembebasan tersebut diharapkan dapat mengatasi kekurangan lahan yang terjadi. Jika lahan mencukupi, maka sampah yang masuk bisa tertampung semuanya disana.
“Saat ini kami masih berusaha mengajukan anggaran untuk pembebasan lahan di TPA Sememal tersebut. Apabila terealisasi, maka TPA itu akan mampu menampung seluruh sampah yang didatangkan dari wilayah titik-titik penampungan sampah sementara. Mudah-mudahan masalah ini dapat teratasi,” tuturnya.
Rosmawati lagi mengatakan bahwa total sampah yang dihasilkan dari seluruh warga Karimun dan kemudian diangkut ke TPA Sememal sekitar 40 ton atau 135 Kubik perhari nya Sampah-sampah tersebut didominasi sampah dari pasar, pemukiman penduduk, rumah sakit, perkantoran dan sampah rumah tangga lainnya.
Selain kekurangan luas lahan di TPA Sememal, pihaknya juga masih kekurangan armada pengangkut seperti lori, pick up maupun kendaraan roda tiga serta kontainer atau bak sebagai penampung sementara. Dengan kekurangan itu, maka petugas kebersihan terpaksa bekerja lebih ekstra lagi mengangkut sampah agar tidak terjadi penumpukan.
Bukan hanya persoalan pembuangan sampah ke TPA. Persoalan lain yang sering dihadapi BKP adalah banyaknya penumpukan sampah di pinggir laut, khususnya kawasan Coastal Area Tanjungbalai Karimun. Untuk mengatasi sampah disana, untung saja bisa diatasi melalui program Sabtu bersih oleh Bupati Karimun.
Untuk mencegah terjadinya penumpukan sampah di pinggir laut, maka beberapa waktu lalu, pihaknya sudah melayangkan melalui masing-masing OKP di Karimun agar mengimbau masyarakat dan pemilik rumah makan untuk tidak membuang sampah ke laut. Dengan begitu, maka kebersihan laut agar selalu terjaga. (Nhata)






