1447 H
رمضان كريم
Marhaban Ya Ramadan
Semoga bulan suci ini membawa keberkahan, kedamaian, dan ampunan bagi kita semua.
✦ Mari sucikan hati, perbanyak ibadah, dan pererat silaturahmi ✦
Hengki Lumban Toruan
HENGKI LUMBAN TORUAN CEO & Founder Sketsa Indonesia

BMKG dan Kemenlu Sinkronkan Sistem Peringatan Dini

Kepala BMKG Teuku Faisal Fathani bersama Wakil Menteri Luar Negeri Arif Havas Oegroseno saat audiensi di Gedung MHEWS BMKG, Jakarta, membahas integrasi data iklim untuk diplomasi global, Selasa (24/2/2026).(Sumber: bmkg.go.id)
13.8K pembaca

Kepala Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) Teuku Faisal Fathani menerima audiensi Wakil Menteri Luar Negeri Arif Havas Oegroseno di Gedung Multi-Hazard Early Warning System (MHEWS) BMKG, Jakarta, Selasa (24/2/2026).

Pertemuan tersebut membahas penguatan integrasi kapasitas teknis BMKG ke dalam strategi diplomasi luar negeri Indonesia, terutama dalam menghadapi tantangan perubahan iklim global.

Perubahan Iklim Jadi Isu Strategis

Gambar

Faisal menegaskan perubahan iklim kini bukan sekadar persoalan lingkungan, melainkan isu strategis yang memengaruhi stabilitas ekonomi, ketahanan pangan, energi, hingga keselamatan masyarakat.

Menurutnya, kemampuan menyediakan data iklim yang kredibel dan sistem peringatan dini yang andal menjadi faktor penting dalam memperkuat posisi Indonesia di tingkat global.

“Perubahan iklim akan menjadi variabel penentu dalam dinamika geopolitik dan geoekonomi ke depan,” ujarnya.

Peran Indonesia di WMO

Sebagai institusi teknis nasional, BMKG aktif dalam forum World Meteorological Organization (WMO). Indonesia saat ini memegang posisi Permanent Representative sekaligus anggota Executive Council WMO.

BMKG juga memperkenalkan sejumlah sistem andalannya, seperti Indonesia Tsunami Early Warning System (InaTEWS), Meteorological Early Warning System (MEWS), Climate Early Warning System (CEWS), serta praktik modifikasi cuaca.

Wamenlu Arif Havas Oegroseno menyambut baik sinergi tersebut dan berharap kolaborasi teknis ini dapat segera diimplementasikan untuk memperkuat diplomasi iklim Indonesia.

Sinergi Teknis dan Diplomasi

Audiensi ini menegaskan pentingnya kolaborasi antara BMKG dan Kementerian Luar Negeri dalam menyelaraskan kapasitas teknis dengan strategi diplomasi nasional.

BMKG berharap dukungan diplomasi akan membuka ruang kolaborasi internasional yang lebih luas sehingga Indonesia tetap menjadi pemain kunci dalam kerja sama iklim global dan perlindungan masyarakat dari bencana hidrometeorologi.

No More Posts Available.

No more pages to load.

Siap