Cangkang Sawit Jadi Primadona Biomassa Dunia, APCASI Dorong Insentif BPDP untuk PLTD

oleh
Chairman APCASI Dikki saat menghadiri ajang PALMEX Jakarta 2026 yang membahas potensi biomassa cangkang sawit sebagai energi terbarukan nasional.
9.1K pembaca

Asosiasi Pengusaha Cangkang Sawit Indonesia (APCASI) mendorong pemerintah memberikan insentif biomassa melalui dana Badan Pengelola Dana Perkebunan Kelapa Sawit (BPDP) untuk mendukung pemanfaatan cangkang sawit sebagai energi pembangkit listrik di dalam negeri.

Isu tersebut mencuat dalam ajang PALMEX Jakarta 2026 yang berlangsung di Jakarta International Expo, 6–7 Mei 2026.

Chairman APCASI, Dikki, mengatakan cangkang sawit saat ini menjadi salah satu biomassa paling diminati di pasar global karena dinilai efisien dan ramah lingkungan sebagai pengganti batu bara.

Gambar

“Cangkang sawit adalah biomassa yang paling bagus dan paling efektif dibandingkan biomassa apa pun yang ada di seluruh dunia,” ujar Dikki di sela kegiatan PALMEX Jakarta 2026.

Berdasarkan data APCASI, produksi cangkang sawit nasional mencapai sekitar 12 hingga 14 juta ton per tahun. Sebagian besar diekspor ke Jepang dan Korea Selatan untuk kebutuhan pembangkit listrik berbasis biomassa.

Namun, menurut Dikki, pasar domestik sebenarnya memiliki potensi besar, khususnya untuk kebutuhan co-firing PLTU dan bahan bakar Pembangkit Listrik Tenaga Diesel (PLTD) milik PLN.

Ia menilai pemanfaatan cangkang sawit di dalam negeri dapat mendorong ekonomi usaha kecil dan menengah, sekaligus memperkuat transisi energi hijau nasional.

“Sirkulasi ekonomi harus mengalir ke pengusaha kecil dan menengah di dalam negeri. Jangan hanya bahan mentah dikirim ke luar negeri, sementara nilai tambahnya dinikmati negara lain,” katanya.

APCASI menilai tantangan terbesar saat ini adalah tingginya biaya logistik pengiriman cangkang sawit dari pabrik kelapa sawit ke pembangkit listrik, terutama di wilayah Indonesia Timur.

Karena itu, APCASI mengusulkan agar BPDP tidak hanya fokus memberikan insentif untuk biodiesel, tetapi juga mendukung pengembangan biomassa sawit.

“Persoalan biaya logistik cangkang sawit untuk masuk ke PLTD milik PLN harus diberikan insentif melalui anggaran BPDP,” tegas Dikki.

Menurutnya, dukungan terhadap biomassa sawit dapat membuka lapangan kerja hijau di daerah serta membantu mengurangi ketergantungan terhadap energi fosil.

No More Posts Available.

No more pages to load.

Siap