Home / Berita / Aksi Bela Kampung Di Pengadilan Negeri Jakarta Timur

Aksi Bela Kampung Di Pengadilan Negeri Jakarta Timur

Jakarta, sketsindonews – Ratusan warga dari Jatiwaringin, Kampung Makasar, Jakarta Timur, Selasa (08/8) hadiri sidang kasus bentrok warga dengan sekelompok pemuda yang diduga geng motor, di Pengadilan Negeri Jakarta Timur.

Dimana bentrok yang terjadi bulan Mei lalu tersebut mengakibatkan meninggalnya seorang pemuda bernama Fajar Muhammad Risqi karena terkena sabetan senjata tajam dan benda-benda tumpul.

Kedatangan warga yang menggunakan seragam serupa yakni kaos dengan tulisan ‘Aksi Bela Kampung’ tersebut, adalah untuk memberi dukungan terhadap 8 terdakwa, yang diduga terlibat dalam pengeroyokan hingga menghilangkan nyawa tersebut.

Dalam teriakan-teriakannya, warga meyakini bahwa ke 8 terdakwa tersebut bukanlah pelaku, tapi mereka justru bagian dari warga yang ikut serta menjaga kampungnya.

Tidak hanya dengan seragam yang sama, terlihat warga yang hadir juga membawa kertas dengan berbagai tulisan sebagai pesan yang ingin disampaikan kepada majelis hakim dan juga masyarakat.

“Jatiwaringin bukan kampung genk motor atau gangster,” tertulis pada salah satu kertas yang dipegang warga.

Ada juga pertanyaan, “Kamu harus meminta keadilan kemana?.”

Selanjutnya ada juga tulisan, “Keadilan jadi selangka garam, jika hukum mengorbankan yang tidak bersalah.”

Melalui tulisan tersebut juga nampaknya warga ingin menyampaikan bahwa para terdakwa bukanlah pelaku utama. “Bukan anak-anak kami pelakunya, mereka hanya menjaga kampung, tangkap para pelaku utama yang masih bebas berkeliaran.”

(Eky)

Check Also

Nurhasan Inisiasi Konflik Pembebasan Lahan Pelabuhan Patimban Menjadi Prioritas Nasional

Subang, sketsindonews – Rombongan kunjungan kerja spesifik dari komisi V DPR RI, didampingi oleh kementerian perhubungan, kementerian PU, dirjen perhubungan laut, dan lainnya sampai di Pelabuhan Patimban, Subang, Jumat (22/9), kedatangan mereka disambut langsung oleh PLT Bupati Subang.

Tujuan kunjungan spesifik ini yaitu memastikan berjalannya segala perangkat dalam pembangunan pelabuhan Patimban. Pelabuhan ini diharapkan dapat memberi support pada pelabuhan Tanjung Priok.

Kunjungan ini diinisiasi oleh anggota DPR RI di dapil tersebut, yaitu Nurhasan Zaidi. Ia menyebutkan pembangunan ini berpotensi meningkatkan perekonomian jangka panjang masyarakat Subang.

“Jelas meningkatkan ekonomi, namun hal penting dan tujuan saya pribadi datang kesini yaitu untuk menyelesaikan konflik pembebasan lahan,” ujarnya.

Masyarakat mengeluhkan harga pembebasan lahan yang kurang layak. “Saya anak petani disini merasa harga yang diajukan sangat murah,” kata salah satu warga.

Nurhasan menyepakati dan menanggapi bahwa harga Rp. 300 ribu itu tidak pantas ditukar dengan lahan disini yang sangat subur.

“Kami sepakat dengan modernitas, namun masyarakat harus tetap jadi prioritas, insya Allah kami akan perjuangkan sekuat tenaga” tambah politisi PKS ini.

Hasil dari kunjungan ini akan dibawa pada pembahasan terakhir di DPR, sebagai keputusan final. “Kunjungan ini saya inisiasi dan semoga masyarakat melihat keseriusan kami yang ingin menyelesaikanya,” tambah Nurhasan.

“Kami mengubah jadwal yang sebelumnya ke Lombok menjadi ke Patimban karena kami sudah jadikan ini sebagai prioritas nasional,” tutup Nurhasan.

(Red)

Terkait

Watch Dragon ball super