Home / Berita / BIG Sebut Sumba Timur Rawan Banjir Karena Hal Ini
Foto ilustrasi

BIG Sebut Sumba Timur Rawan Banjir Karena Hal Ini

Jakarta, sketsindonews – Kabupaten Sumba Timur, Nusa Tenggara Timur (NTT) disebut sebagai wilayah rawan bajir karena merupakan pertemuan titik tuang (outlet) dari daerah aliran aungai (DAS).

Hal tersebut disampaikan oleh Badan Informasi Geospasial (BIG) menanggapi bencana banjir yang melanda wilayah tersebut pada Minggu (4/4/21) lalu.

Koordinator Informasi Geospasial Tematik Kebencanaan (BIG), Ferrari Pinem, melalui pernyataan, Minggu (8/4/21) seperti dikutip dari Antara menjelaskan bahwa wilayah seperti ini rawan diterjang banjir dan banjir bandang jika terkena limpasan air saat intensitas hujannya ekstrem.

Kesimpulan tersebut, menurutnya setelah BIG melakukan kajian geomorfologis terhadap wilayah Kabupaten Sumba Timur yang terdampak siklon tropis Seroja.

“Lokasi terdampak banjir bandang yang ada di Pulau Sumba berada pada cekungan dataran banjir yang dikelilingi pegunungan dan perbukitan,” katanya. Dimana dataran banjir ini terbentuk pada lembah di antara pegunungan berbatuan vulkanik di sebelah utara dan perbukitan berbatuan sedimen di sebelah selatannya.

Lanjutnya, menjelaskan material yang terendapkan pada lembah ini berasal dari proses pengikisan material lereng pegunungan di sekelilingnya.

Proses sedimentasi, kata dia, membuat material alluvium, lempung, serta berbagai batuan yang berasal dari lereng kaki bukit menjadi mengendap.

Dengan pegunungan vulkanik di sebelah utara wilayah terdampak memiliki material dari Gunung Silo (GSO) dengan batuan berupa andesit, basalt, diorite, dan abbro.

Lebih jauh, Ia mengatakan bahwa pegunungan tersebut sudah menampakkan proses pengikisan, hal ini terlihat dari banyaknya DAS kecil yang terbentuk di lereng sebelah selatan yang langsung menghadap lembah.

“Material pegunungan ini terkikis dan terendapkan secara gravitasi di lereng kaki dan lembah yang ada di bawahnya,” katanya.

Beberapa outlet DAS bertemu di kaki lereng dan masuk ke area lembah. Pertemuan outlet beberapa DAS menjadi area yang rawan terkena akumulasi limpasan air jika hujan turun secara merata di seluruh area lereng pegunungan, kata Ferrari Pinem.

Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Sumba Timur menginformasikan sebanyak 54 kepala keluarga (KK) atau 165 jiwa mengungsi, sedangkan 109 KK atau 475 jiwa terdampak oleh bencana banjir.

(Jafer/ sumber: Antara)

Check Also

Ketum Labaki : Akuntabilitas Management Keuangan Negara Lemah

Jakarta, sketsindonews – Ketua Umum (Ketum) Laskar Anak Bangsa Anti Korupsi Indonesia (Labaki) Deani Sudjana …

Watch Dragon ball super