Home / Traveling / Budaya / Dalang Benyek: Wayang Hip Hop Solusi Pewayangan Jogjakarta

Dalang Benyek: Wayang Hip Hop Solusi Pewayangan Jogjakarta

Yogyakarta, sketsindonews – Revolusi Dalang ke pelosok desa yang di lakukan dalang terkenal asal Tegal Ki Entus Susmono merupakan keprihatinan terhadap kelestarian budaya wayang kulit.

Tak di pungkiri kerja keras dalang Ki Entus Susmono akhirnya melahirkan generasi Dalang muda Jogjakarta yang inovatif dalam memperluas minat penggemar wayang kulit Jogjakarta.

Salah satunya Dalang Benyek Catur Kuntjoro, yang menciptakan inovasi baru yakni Wayang Kulit Konteporer “Hip Hop”. Aneh tapi itulah seni wayang yang di gali oleh komunitas wayang di Jogjakarta.

Saat Tim sketsindonews.com berkunjung ke kediamannya, Minggu, 09 Oktober 2016 lalu diketahui bahwa Benyek salah satu dalang yang mempunyai obsesi tinggi untuk memperkenalkan dunia pewayangan kepada generasi penerus.

Menurutnya, Wayang Hip Hop sebuah metaforfosa baru dalam melakukan lakon baik cerita maupun peran-peran pemain yang di mainkan.

“Durasinya bisa relatif paling 60 menit, biasanya issue nya tematik dalam membawakan cerita wayang,” jelasnya.

Wayang Hip Hop atau disebut aliran konteporer, menurutnya merupakan seni wayang alternatif yang di mix dengan lagu hip hop secara live, DJ remix serta lighting yang memadai.

“Wayang hip hop merupakan peragaan (show) lakon baru dalam menciptakan wayang kulit modern,” paparnya.

Ketika ditanya kenapa muncul wayang Hip Hop, Benyek mempunyai alasan, bahwa ini strategy dalam menduniakan wayang kulit untuk mendunia.

Budaya wayang kulit, Benyek menjelaskan lebih jauh merupakan budaya leluhur yang perlu di lestarikan dalam fenomena budaya lain yang juga ingin belajar dalam ilmu pewayangan.

“Wayang kulit juga harus menggelitik bagi pemimpin serta menggairahkan,” katanya.

Semakin berkurangnya minat masyarakat menyaksikan pertunjukan wayang menjadi salah satu hal yang mendorong Benyek terus meningkatkan wayang Hip Hop, karena menurutnya menonton wayang kulit juga harus disuguhi dengan entertain music yang berkolaborasi dengan gamelan, atau music rock, hip hop (DJ).

“Ini solusi wayang Hip Hop Jogja, walau kita hanya ngamen, tapi bisa menjadikan khasanah budaya wayang jogjakarta, nantinya bisa mendunia dengan lakon kekinian tapi kultur cerita wayang tetap lestari,” Tandas Benyek. (Nr)

Check Also

Mengulik Ikon Budaya Betawi

sketsindonews – Indonesia merupakan negara yang memiliki banyak ragam suku dan budaya. Setiap pulau memiliki …

Watch Dragon ball super