Home / Berita / Digugat Anak Angkat, Johanes: Saya Mohon Keadilan
Johanes saat memberi keterangan kepada wartawan, sebelum persidangan di Pengadilan Jakarta Utara (yang berada di Gajah Mada), Kamis (6/4)

Digugat Anak Angkat, Johanes: Saya Mohon Keadilan

Jakarta, sketsindonews – Kuasa Hukum Johanes, Andre dalam persidangan yang mengagendakan pembacaan Duplik, di Pengadilan Negeri Jakarta Utara, Gajah Mada, Jakarta Pusat, Kamis 06 April 2017 menyatakan bahwa dalam pembacaan Replik, Kamis 30 Maret 2017 lalu, Jaksa Penuntut Umum (JPU) hanya mengulang yang diutarakan dalam tuntutan.

“Dalam Repliknya Jaksa Penuntut Umum tidak menanggapi hal-hal yang merupakan poin penting daripada yang telah diutarakan di dalam Nota Pembelaan (Pleidooi) Penasehat Hukum dan Terdakwa, sebaliknya replik yang dibuat Jaksa Penuntut umum hanya merupakan pengulangan dari apa yang telah diutarakan oleh Jaksa Penuntut Umum di dalam surat tuntutan,” jelas kuasa hukum Johanes, menyimpulkan Replik JPU.

Baca juga: Miris, Anak Angkat Tuntut Orang Tua Angkat

Usai pembacaan Duplik sebelum menutup sidang dan akan dilanjutkan Kamis 27 April 2017 mendatang, Hakim Ketua, Tugiono sempat memberikan kesempatan kepada Johanes untuk memberikan tanggapan. Namun Johanes hanya mengutarakan harapannya agar persidangan berjalan dengan adil.

“Saya mohon keadilan dalam persidangan,” ucap Johanes singkat.

Sebagai kuasa hukum, Andre juga mengutarakan harapannya agar kliennya yang telah di gugat oleh anak angkatnya tersebut dapat dibebaskan.

“Kami berharap bebas karena dalam bukti-bukti sangat gamblang membuktikan bahwa beliau tidak bersalah,” tandas Andre usai persidangan.

Sebagai informasi, Johanes merupakan ayah angkat dari Robert dan juga Jessica. Sebagai anak pertama Robert menikahi Jessica yang diangkat sebagai Johanes saat sudah dewasa.

Memberikan pendidikan kepada anak, tidak tanggung-tanggung, Johanes bahkan sampe menyekolahkan mereka hingga ke luar negeri. Namun saat ini Johanes harus berurusan dengan hukum karena di gugat oleh kedua anak angkatnya tersebut. Johanes dituntut 10 miliar dengan ancaman kurungan 3 tahun hanya karena menahan surat tanah yang memang sudah atas nama kedua anaknya tersebut.

Johanes mengaku belom memberikan surat tersebut yang sudah pasti diturunkan untuk anaknya itu, karena dia belum meninggal. (Eky)

Check Also

Nurhasan Inisiasi Konflik Pembebasan Lahan Pelabuhan Patimban Menjadi Prioritas Nasional

Subang, sketsindonews – Rombongan kunjungan kerja spesifik dari komisi V DPR RI, didampingi oleh kementerian perhubungan, kementerian PU, dirjen perhubungan laut, dan lainnya sampai di Pelabuhan Patimban, Subang, Jumat (22/9), kedatangan mereka disambut langsung oleh PLT Bupati Subang.

Tujuan kunjungan spesifik ini yaitu memastikan berjalannya segala perangkat dalam pembangunan pelabuhan Patimban. Pelabuhan ini diharapkan dapat memberi support pada pelabuhan Tanjung Priok.

Kunjungan ini diinisiasi oleh anggota DPR RI di dapil tersebut, yaitu Nurhasan Zaidi. Ia menyebutkan pembangunan ini berpotensi meningkatkan perekonomian jangka panjang masyarakat Subang.

“Jelas meningkatkan ekonomi, namun hal penting dan tujuan saya pribadi datang kesini yaitu untuk menyelesaikan konflik pembebasan lahan,” ujarnya.

Masyarakat mengeluhkan harga pembebasan lahan yang kurang layak. “Saya anak petani disini merasa harga yang diajukan sangat murah,” kata salah satu warga.

Nurhasan menyepakati dan menanggapi bahwa harga Rp. 300 ribu itu tidak pantas ditukar dengan lahan disini yang sangat subur.

“Kami sepakat dengan modernitas, namun masyarakat harus tetap jadi prioritas, insya Allah kami akan perjuangkan sekuat tenaga” tambah politisi PKS ini.

Hasil dari kunjungan ini akan dibawa pada pembahasan terakhir di DPR, sebagai keputusan final. “Kunjungan ini saya inisiasi dan semoga masyarakat melihat keseriusan kami yang ingin menyelesaikanya,” tambah Nurhasan.

“Kami mengubah jadwal yang sebelumnya ke Lombok menjadi ke Patimban karena kami sudah jadikan ini sebagai prioritas nasional,” tutup Nurhasan.

(Red)

Terkait

Watch Dragon ball super