Home / Artikel / Konsistenkah Loksem PKL Dihapus, Sekarang No Besok Yes

Konsistenkah Loksem PKL Dihapus, Sekarang No Besok Yes

Jakarta, sketsindonews – Penghapusan Lokasi Sementara (Loksem) yang menempati fasum fasos terutama yang menempati trotoar di wilayah Jakarta Pusat akan di hapus, namum demikian hal ini jangan di jadikan akal – akalan yang pada gilirannnya diberikan kebijakan lagi atas desakan usulan warga ataupun pedagang setelah ditertibkan.

Banyak kasus ini di wilayah saat di bongkar akhirnya di bolehkan operasi kembali, yang ujungnya atas usulan dari wilayah melalui warga.

Itu faktanya, kata Gus Rachman (40) warga Johar Baru kepada sketsindonews.com.

Menurutnya, bila sebanyak 46 yang ada di Jakarta Pusat loksem di hapus oleh Sudin UMKM maka trotoar telah menjadi fungsi yang sesungguhnya sebagai sarana publik pejalan kaki, imbuhnya

Artinya, konsistensi pemerintah harus pada jalur, apa yang menjadi kebijakan 5 Tertib Gubernur DKI Jakarta jangan sekarang  “No nanti Yes”, tegas Gus.

“Loksem sekarang yang menempati trotoar sudah jelas membuat saluran menjadi pengerakan (sedimentasi) akibat terjadinya menumpukan limbah minyak, oleh pelaku pedagang yang membuang di saluran.”

Kepala Seksi UMKM, Sudin KUKMP Jakpus, Julius ketika dihubungi mengatakan, di wilayah Jakarta Pusat PKL loksem JP berjumlah 46 lokasi yang tercatat aktif.

“Dari jumlah 46 lokasi PKL loksem seluruhnya tersebar di delapan kecamatan”, ujar Julius beberapa waktu yang lalu.

Ia menambahkan, bagi PKL yang tidak diperpanjang atau dihapus seperti ex JP nomor: 28, dengan jumlah 40 PKL kuliner terletak di Jalan Garuda Raya, Gunung Sahari Selatan, Kemayoran.

“Setelah dihapus dan tidak diperpanjang, yang berhak untuk menertibkan adalah Satpol PP. Sedangkan tugas Sudin Koperasi Usaha Kecil Menengah dan Perdagangan (KUKMP) Jakpus terhadap PKL yang telah dihapus tidak lagi melakukan penarikan retribusi,” jelas Julius, beberaoa waktu yang lalu.

Sementara secara terpisah, Camat Kemayoran, Herry Purnama menyatakan, persoalan PKL loksem yang dibina Sudin KUKMP Jakpus sangat dilematis.

“Contohnya seperti PKL ex. JP yang telah dihapus, pedagangnya mau dibawa kemana. Sedangkan tempat relokasi tidak disediakan untuk pemindahannya,” ungkap Herry. (5-03-207)

Selain itu, sambung Herry, untuk penataan lokasi PKL seperti trotoar maupun saluran air, jika sudah ditinggalkan PKL seharusnya dapat ditindaklanjuti dengan penataan.

“Harusnya dirapihkan, ditata dan dipercantik. Kalau dibiarkan saja, tentunya kawasan area tersebut terkesan kotor dan kumuh.

Dan masalah tersebut sudah sering saya sampaikan pada rapat forum ditingkat kota,” tutupnya.

reporter : nanorame

Check Also

Kader JKN Pelajari Soal Selisih Biaya

Jakarta, sketsindonews – Kader Jaminan Kesehatan Nasional (JKN) merupakan mitra BPJS Kesehatan untuk berhubungan langsung …

Watch Dragon ball super