Home / Artikel / Optimalisasi Peran Perempuan

Optimalisasi Peran Perempuan

Jakarta, sketsimdonews -Perempuan bergerak untuk menang. Menyelamatkan bangsa adalah bagian penting yang harus kita lakukan. Perempuan, sedari nalurinya, ia tampil menjaga dan merawat bangsa ini dengan menjaga dan merawat anak bangsa.

Tidak muda dan tidak gampang. Semua naluri dan energinya di persiapkan dan di tuangkan untuk kepentingan bangsa ini. Semua tidak sederhana, semua masuk dalam gerakan gelombang besar mendorong terwujudnya kebaikan bangsa dengan menjaga dan merawat generasi bangsa ini.

Pergerakan yang di bangun oleh kaum perempuan, tidak hanya soal kekuatan kecil, melainkan pola besar yang akan memunculkan hasil yang menakjubkan, yaitu gerakan menyelamatkan bangsa ini.

Masih banyak yang mempersepsikan perempuan sebagai pemeran domestik yang menggambarkan bahwa perempuan bergerak dalam rumah. Perempuan yang di sibukkan dengan peran yang ada dalam sistem rumah tangga. Meski gerakan domestik ini semakin hari semakin memberikan energi positif. Energi yang memberi peran lebih terhadap perempuan dalam mengelola gerakan yang keluar dari nalar domestik.

Kian hari perempuan sudah mulai bergerak maju menjemput cahaya baik. Perempuan tampil sebagai penggerak utama pembangunan nasional. Bangsa ini telah meletakkan perempuan sebagai unsur penting dalam mensukseskan program nasional. Olehkarena itu, peran perempuan menjadi penentu.

Kesetiaan perempuan dalam perbaikan.
Perempuan selalu berada di lingkaran utama dalam perbaikan bangsa. Tidak ada yang menafikan bahwa, ketika perempuan mengambil peran dalam mensukseskan sebuah kontestasi, selalu menjadi yang terbaik dan memiliki komitmen tinggi. Solidir dan Solidar.

Komitmen kebaikan dan kejayaan perempuan dapat kita temukan di berbagai bidang. Perempuan selalu menjadi garda yang paling depan soal keuletan dan peran kerja. Peran kerja yang di tunjukkan perempuan sangat memberikan efek positif. Semakin banyak peran perempuan dalam sebuah sistem kerja, maka sesungguhnya semakin baik dan semakin terukur. Karena sejatinya perempuanlah menjadi penggerak dalam kebaikan itu.

Gerakan Perempuan Mengisi Rung Kosong.

Bagaikan air jernih, perempuan bergerak mengisi ruang kosong semua lini. Bergerak mengikuti nalar kedamaian mengisi perjuangan semua lini. Hampir semua kompetensi yang di anugerahkan

Tuhan terhadap perempuan menjadi anugerah terindah semua makhluk. Karena naluri perempuan memang penuh dengan kedamaian yang di peruntukkan semua. Mendamaikan semua, meneguhkan semua, dan melahirkan untuk semua.

Potret kedamaian yang di bawa oleh perempuan, memberikan efek positif terhadap semua warga bangsa. Maka, wajar banyak kalimat yang meneguhkan bahwa perempuan penyangga bangsa.

Banyak cerita hebat dari pemimpin hebat dalam mendorong kehebatan kompetensi perempuan. Sebut saja, Presiden Mesir Hosni Moebarok, Ia menjadikan perempuan sebagai pengawal militernya. Pada ring pertama, perempuan di nobatkan sebagai orang yang mendampingi sekaligus menjaga semua rahasia kepresidenan. Alasannya sederhana, perempuan lebih setia dan lebih jujur.

Sungguh alasan yang sangat monumental. Porsi perempuan menjadi bagian penting dalam menjaga dan merawat semua postur kebangsaan termasuk perkara yang paling strategispun. Alangkah perempuan menjadi kerangka yang sangat menakjubkan. Di satu sisi sebagai pengayom semua, di sisi yang lain sebagai tempat bersemayam semua rahasia terbaik.

Keuletan Perempuan.

Muncul dalam beberapa fakta, menunjukkan bahwa perempuan lebih ulet dalam bekerja. Nah, dengan keuletan itu, memberikan efek baik terhadap banyak hal. Jika keuletan di arahkan untuk membangun bangsa ini, maka tentu menjadi sebuah kebaikan yang di harapkan untuk kesejahteraan bangsa ini.

Bangsa yang besar, dengan di huni oleh sebagian besar perempuan, memberikan angin segar terhadap produk bangsa. Hasil kerja baik yang di lakukan oleh perempuan, menjadi sebuah kebanggaan yang di miliki bangsa ini.

Membayangkan betapa bangsa ini akan menerima hasil yang sangat melimpah dari kompetensi yang di miliki perempuan bangsa ini. Selanjutnya, harus di formulasikan menjadi sebuah kekuatan yang lebih kokoh dalam menjaga dan merawat bangsa ini. Bangsa yang tengah berjuang bersaing dengan bangsa lain.

Harga diri bangsa ini akan menjadi lebih di perhitungkan oleh bangsa lain manakala kompetensi perempuan yang secara kuantitas melimpah ini, dapat di distribusikan menjadi sebuah produk yang lebih substantif.

Perempuan lebih dari sekedar teladan.
Sebagai teladan, sepertinya sedari nalurinya memang telah di ciptakan sebagai teladan dan pemberi kedamaian. Hanya, yang di jadikan teladan sebagai sebuah bangsa yang harapkan bisa terkumpulkan dari perorangan menjadi kelompok, dari kelompok kecil menjadi kelompok besar, ini butuh strategi. Kenapa demikian, jika seorang perempuan dalam menjalankan tugas, dapat di pastikan mampu mengerjakan dengan baik.

Tetapi jika di ramu untuk menjadi lebih besar tentu butuh cara dan strategi yang kuat. Tidak mudah. Karena banyak fakta membuktikan bahwa, dalam berkelompok, perempuan harus terus di dorong untuk menjadi teladan soal manajemen kelompok. Karena dalam membangun bangsa, harus mengedepankan logika.

Pada titik ini perempuan cenderung harus terus belajar dan membaurkan diri. Bersama dengan yang lain untuk membangun sisi penting logika. Karena sungguh logika cenderung di pahami sebagai sebuah nalar yang berbeda dengan perasaan.

Karena perempuan cenderung berbuat berpedoman pada naluri perasaan. Maka, pada persoalan ini, perempuan harus bisa menjadikan ini sebagai cara untuk menjadi teladan. Teladan dalam berkelompok dalam mewujudkan misi bangsa yang lebih baik. Bangsa besar yang lebih Maju. Maju menjemput cahaya indah Gerakan Perubahan. Restorasi Indonesia.

Siar Anggretta Siagian, SS.,M.Si
(Wasekjen DPP Partai NasDem)

Check Also

Lurah Kwitang ; Menata Kampung Tematik Religi dan Penghijauan Pemukiman

Jakarta, sketsindonews – RTH Jalan Kramat II Kelurahan Kwitang Senen Jakarta Pusat meliputi RW 08, …

Watch Dragon ball super