Home / Berita / Ini Pernyataan Sikap Rumah Gerakan 98

Ini Pernyataan Sikap Rumah Gerakan 98

Jakarta, sketsindonews – Pernyataan sikap dari rumah gerakan 98 atas aksi unjuk rasa merupakan satu keniscayaan dalam sebuah negara demokrasi. Hal tersebut di sampaikan Sayed Junaidi Rizaldi.

Baca: Garuda Sayangkan Aksi Damai Yang Berujung Ricuh

“Bahwa cara-cara menyampaikan aspirasi melalui aksi parlementer jalanan juga pernah kami tempuh dan di catat oleh sejarah nasional sebagai gerakan 1998,” ujarny di Bangi Kopi, Jumat (4/11).

Dia menyatakan juga bahwa pihaknya dari Rumah Gerakan 98, menghargai aspirasi dari masa yang berunjuk rasa, untuk menuntut kasus dugaaan penistaan agama hendak di tindak oleh Polri.

Namun menurutnya, yang menjadi persoalannya, yakni peristiwa tersebut telah di tunggangi oleh sejumlah elit DPR RI, yang seharusnya mengedukasi masa agar mempercayakan penanganan kasus tersebut dalan ranah hukum.

“Sebaliknya mereka mengobarkan semangat aksi mendesak perubahan Pemerintah. Seperti yang di khawatirkan banyak pihak, aksi pun berubah menjadi anarki, Bahkan dari pernyataan elit yang memberikan jalan perubahan melalui dua cara, jelas aksi ini telah berubah menjadi makar,” terang Sayid.

Di kesempatan yang sama Wahab Talaohu juga menjelaskan bahwa  dengan melihat proses berlangsungnya aksi unjuk rasa yang sudah mengarah kepada tindakan makar yaitu membungkus kepentingan politik terselubung atas nama kasus dugaan penistaan agama.

“Tidak berlebihan bila aksi ini sebenarnya hanya menjadikan Ahok sebagai sasaran antara. Sesungguhnya unjuk rasa puluhan ribu orang itu untuk menjatuhkan Presiden Jokowi Widodo. Ini adalahh Bughot tindakan makar. hal tersebut di perkuat dengan orasi massa aksi yang menyerukan penurunan Presiden Joko Widodo dan telah berubah menjadi anarkis,” jelasnya.

Lanjut Wahab, sungguh berbahaya bila demokrasi yang sudah menemukan jalannya lalu kemudian di rusak lagi oleh kepentingan kekuasaan sejumlah elit.

“Aksi unjuk rasa hari ini jelas merupakan kemunduran demokrasi yang tercipta dari semangat Reformasi 1998,” ujarnya.

Dengan berusaha merusak tatanan kehidupan berbangsa dan bernegara saat ini, dilanjutkannya sungguh bukan sekedar kemunduran demokrasi yang di dapat, melainkan membahayakan keutuhan, kehidupan berbangsa dan bernegara

“Apabila hal ini di biarkan maka tidak tutup kemungkinan akan mengarah kepada disintegritas bangsa,” ucapnya.

Menanggapi apa yang terjadi saat ini,  rumah gerakan 98 menyerukan tindakan cepat demi menyelamatkan keutuhan NKRI yang merupakan konsensus bangsa yang final:

  1. Mengutuk keras segala bentuk aksi kekerasan oleh mereka- mereka yang anti demokrasi.
  2. Semua elemen masyarakat tidak terpancing dengan isu sara.
  3. Tokoh masyarakat, ulama dan para rohaniawan dari berbagai lintas agama, pemuda serta akademis bisa bekerja sama menciptakan situasi kondusif di lingkungan masing-masing.
  4. Mengingatkan kepada pimpinan MPR  RI dan DPR Ri untuk tidak mengajak dan memberikan ruang gedung MPR dan DPR untuk diduduki oleh masa demonstran.
  5. Meminta kepolisian RI bertindak tegas, independent dan tidak terpancing provokasi politik dalam mengusut kasus dugaan penistaan agama.
  6. Tangkap elit politik yang turut mengobarkan unjuk rasa 4 nov yaitu Fadlizon, Fahri Hamzah dan Habib Rizieq Sihab.

(Reporter: Didi/Dede)

Check Also

Tragis Rumah Ambruk Tertimpa Warga di Tanah Tinggi, Siapa Bertanggung Jawab

Jakarta, sketsindonews – Peristiwa tragis mengenaskan sebuah bangunan rumah tinggal 3 lantai di jalan Kramat …

Watch Dragon ball super