Home / Artikel / Saling Claim Konsep Transportasi Integrated Antara Ahok dan Anies

Saling Claim Konsep Transportasi Integrated Antara Ahok dan Anies

Jakarta, sketsindonews – Saling claim dan tuding konsep Tranportasi Integrated acap kali dipersoalkan untuk masalah transportasi di DKI Jakarta antara Ahok dan Anies Baswedan dalam debat final Pilgub DKI Jakarta.

Jakarta memang sangat membutuhkan transportasi yang terintegrasi agar dapat menjangkau semua wilayah. Namun, transportasi terintegrasi seakan-akan baru menjadi perbincangan saat Pilkada DKI Jakarta 2017 berlangsung.

Cagub DKI Jakarta Basuki Tjahaja Purnama alias Ahok mengatakan, transportasi terintegrasi telah dilakukan Pemprov DKI sejak 2014, yakni ketika dibentuknya PT Transjakarta. Secara bertahap Pemprov melalui PT Transjakarta melakukan peremajaan pada transportasi dengan menggandeng angkutan umum atau KWK.

“(Pembentukan PT Transjakarta) Nah ini yang kita lakukan. Jadi Trans Jakarta hari ini telah menjadi ibu perusahaan swasta, dimiliki saham oleh kami, membantu angkot meremajakan sehingga enggak ada lagi metro mini, mikrolet yang jelek,” kata Ahok, dalam acara Mata Najwa Babak Final Pilkada Jakarta, Selasa 28 Maret 2017.

Sementara itu, Cagub nomor urut tiga, Anies Rasyid Baswedan menuturkan, transportasi terintegrasi yang disebutkan petahana itu terinspirasi dari programnya bersama Sandiaga Uno, yakni program OK-OTRIP. Program ini, kata Anies, mengajak angkutan umum atau KWK dalam mengintegrasikan transportasi di DKI Jakarta.

Anies mempertanyakan mengapa baru saat Pilkada, TransJakarta terintegrasi dengan angkutan umum atau KWK diterapkan kenapa tidak dari dulu dilaksnakan.

“Beliau sudah lima tahun di Jakarta. Tapi baru di enam bulan terakhir memikirkan integrasi dengan moda kecil. Eksekusi di bulan terakhir baru memikirkan integrasi.

Betapa bahayanya pendekatan seperti ini? Kata Anies, untung ada kampanye. Enggak ada belajar integrasi,” ucap Anies.

Mantan Menteri Pendidikan dan Kebudayaan ini menjelaskan, program OK-OTRIP yang digagasnya adalah satu pembaruan. Transportasi terintegrasi merangkul seluruh moda trasnportasi, mulai dari bus kecil, bus sedang, TransJakarta, Mass Rapid Transit (MRT), dan Light Rail Train (LRT) dalam satu sistem. Transportasi tersebut yang belum dirasakan warga DKI hingga saat ini.

“Terintegrasi itu artinya nyambung satu sama lain. Naik angkot, bisa pindah ke minibus, bisa pindah ke bus besar. Dalam satu sistem. Karenanya pembiayaannya satu biaya untuk seluruh. Sehingga kemana saja nyambung,” kata Anies.

Namun Ahok menampiknya. Ia mengungkapkan, pembangunan transportasi terintegrasi itu harus dilakukan secara berkala dan tidak bisa dilakukan sekaligus.

“Dan bicara integrasi ini bukan ilmu dari Pak Anies. Ini sudah disebutkan dalam Undang-Undang Lalu Lintas Tahun 2009. Jadi saya melaksanakan ini. Cuma kita kan enggak ada Aladin. Kalau saya beli bus banyak (sekaligus), kasian ini angkot,” kata Ahok.

redaksi

Check Also

Ayo Bangkit Untuk Kembali Hidup Normal, Warga Menteng Bersihkan Pasca Kebakaran

Jakarta, sketsindonews – Pasca kebakaran pekan lalu yang menimpa warga Jalan Menteng Tenggulun RW 010 …

Watch Dragon ball super