Home / Berita / TransJakarta Masuk PIK, “Ahok Paksakan Keinginan Dan Korbankan Rakyat”

TransJakarta Masuk PIK, “Ahok Paksakan Keinginan Dan Korbankan Rakyat”

Jakarta, sketsindonews – Keinginan Gubernur DKI Jakarta Basuki Tjahaja Purnama atau Ahok mengarahkan mobil Trans Jakarta (Tj) ke Pusat Industri Kecil (PIK) terlalu memaksakan dan tidak memikirkan kondisi di lapangan. Hal tersebut di utarakan Pemilik serta Koordinator Metromini 42 Penggilingan, Bahar usai mengadakan pertemuan di Sudin Jakarta Timur, rabu (24/8).

“Jangan merugikan rakyat banyak, serta
ekonomi kerakyatan metromini,
karena kita punya anak istri atau keluarga,” ujar Bahar kepada wartawan.

Bahar mengakui metromini tidak akan bisa bersaing dengan Tj, namun di harapkan kebijakan Ahok tersebut jangab mengorbankan rakyat, karena menurutnya jalur Penggilingan menuju PIK bukan jalur Tj.

“Direktur TransJakarta sendiri mengakui tidak ada rambu-rambu untuk TransJakarta,” ucapnya menyampaikan hasil pertemuan tersebut.

Ditekankan oleh Bahar, hal tersebut justru lebih ke arah kepentingan jabatan Pimpinan PIK Jon yang lebih mementingkan pengusaha, bukan rakyat banyak atau Penggilingan asli. Serta kepentingan Ahok sebagai pencitraan untuk pemilihan Gubernur dalam Pilkada 2017 mendatang.

Bukan tanpa alasan, Bahar menyatakan hal tersebut karena masuknya Tj ke jalur Metromini 42 tidak memiliki SK.

“Saat rapat dengan sudin Jaktim diketahui tanpa SK bisa berjalan dan keputusan Ahok di paksakan tidak tau untuk kepentingan bisnis atau kepentingan pemilihan gubernur/pencitraan,” ungkapnya.

Lebih jauh Bahar mengungkapkan bahwa saat sore hari Tj tidak bisa masuk PIK, karena sudah dipenuhi pedagang kaki lima (PKL).

“Yang ujung-ujungnya TransJakarta masuk ke jalur metromini. “Apa mau di adu supir sama supir?”. Ini bukan masyarakat yang minta tapi pimpinan PIK,” ujar Bahar.

Dalam pertemuan yang dilakukan dengan menghadirkan Kasudin Jakarta Timur, PTSP, Perwakilan Kemenhub, Staf Kadishub, serta perwakilan Polsek Cakung. Diakui Bahar bahwa pada pertemuan tersebut pihak Dishub menyatakan tidak akan memihak.

“Pihak Dishub tidak mengetahui dan mengakui tidak ada SKnya,” ungkap Bahar.

Serta diungkapkan juga bahwa Pihak Kemenhub tidak mengetahui masuknya TransJakarta ke jalur Mertromini 42 yang sudah di mulai sejak hari sabtu, 20 Agustus 2016 lalu.

“Mereka (Pihak PIK, Tj, dan Ahok) harus mikir supir metro punya keluarga dan anak-anak yang sekolah, bayar kontrakan juga. pikirkan ini supir juga orang Jakarta punga KTP jakarta SIM Jakarta,” tutup Bahar. (Eky)

Check Also

Fokus Survey KHL, Said Iqbal: Gubernur Tidak Harus Tunduk Pada PP 78/2015

Jakarta, sketsindonews – Presiden Konfederasi Serikat Pekerja Indonesia (KSPI) Said Iqbal kembali menegaskan, bahwa Gubernur …

Watch Dragon ball super