Home / Profile / Komunitas / Yayasan Jantung Indonesia dan Omron Healtcare Indonesia Akan Peringati Hari Hipertensi

Yayasan Jantung Indonesia dan Omron Healtcare Indonesia Akan Peringati Hari Hipertensi

Jakarta, sketsindonews – Tahun ini, dalam rangka peringatan Hari Hipertensi Sedunia 2017, Yayasan Jantung Indonesia akan mengadakan program edukasi mengenai bahaya penyakit hipertensi dan kesadaran akan pemeriksaan tekanan darah secara rutin.

Acara dengan tema “Beat of My Heart” akan diadakan pada hari Minggu, 14 Mei 2017 di Ocean Ecopark – Econvention Taman Impian Jaya Ancol, Jakarta Utara. Acara akan dimulai pada pukul 06:00 WIB hingga 11:00 WIB. Diperkirakan akan dihadiri sekitar 2.000 peserta.

Rangkaian kegiatan acara tersebut antara lain pemeriksaan gratis untuk pengukuran tekanan darah, konsultasi dokter, senam jantung sehat, senam hip heart, zumba, bincang sehat “Mengenal Hipertensi: Tanda-tanda & Bahayanya”, dan permainan menarik terkait edukasi penyakit hipertensi.

Syahlina Zuhal menjelaskan baawa Hipertensi adalah salah satu penyakit yang diam-diam membunuh (silent killer) di dunia, termasuk di Indonesia. Penyakit minim gejala ini dapat menyebabkan berbagai komplikasi sehingga masyarakat perlu menyadari bahaya penyakit hipertensi dan cara mencegahnya, seperti memantau tekanan darah secara rutin di rumah sakit atau dilakukan sendiri di rumah.

“Kami selalu menganjurkan masyarakat menerapkan Panca Usaha Jantung Sehat. Terdiri gizi yang seimbang, Enyahkan rokok, Hadapi dan Atasi Stres, Awasi Tekanan Darah, dan Teratur Berolahraga. Salah satu misi YJI adalah meningkatkan kesadaran masyarakat akan pentingnya pencegahan penyakit jantung dan pembuluh darah melalui berbagai program edukasi. Tahun ini, dalam rangka menyambut Hari Hipertensi Sedunia, YJI kembali bermitra dengan PT Omron Healthcare Indonesia dalam kegiatan edukasi mengenai bahaya hipertensi,” ucap Ketua Umum Yayasan Jantung Indonesia.

PT Omron Healthcare Indonesia, perusahaan terkemuka yang memproduksi peralatan monitor kesehatan jantung dan alat-alat kesehatan lainnya, menyerukan bahaya hipertensi jika masyarakat tidak melakukan pengecekan tekanan darah secara teratur.

Hal ini diwujudkan dalam peringatan Hari Hipertensi Sedunia 2017 yang akan dilakukan Yayasan Jantung Indonesia bersama dengan PT Omron Healthcare Indonesia. Kerja sama antara Yayasan Jantung Indonesia dan PT Omron Healthcare Indonesia telah terjalin dengan baik sejak tahun 2007.

Roswita Arifin menjelaskan bahwa Tanggal 17 Mei diperingati sebagai Hari Hipertensi Sedunia, dan masyarakat kembali diingatkan untuk menjaga kesehatan dan mencegah penyakit hipertensi, antara lain dengan melakukan pemeriksaan tekanan darah secara rutin.

Dalam rangka menyambut Hari Hipertensi Sedunia, Yayasan Jantung Indonesia dan PT Omron Healthcare Indonesia akan melakukan pemeriksaan tekanan darah gratis bagi peserta yang hadir dalam acara “Beat of My Heart” tanggal 14 Mei 2017 mendatang,” ujar Ketua Panitia Acara “Beat of My Heart”.

Presiden Direktur PT Omron Healthcare Indonesia mengatakan akan mendukung visi Yayasan Jantung Indonesia untuk memberikan edukasi mengenai pengendalian hipertensi dan setuju dengan upaya mengukur tekanan darah secara teratur di rumah karena hal ini dapat membantu deteksi hipertensi sejak dini.

Oleh karena itu sangatlah penting untuk meningkatkan kesadaran masyarakat tentang bahaya hipertensi. Dengan pengalaman lebih dari 40 tahun dalam mengembangkan alat pengukur tekanan darah digital, Omron mengajak masyarakat bertanggung jawab atas kesehatan diri sendiri di rumah masing-masing dengan menggunakan teknologi yang akurat.

“Teknologi terbaru kami adalah alat pengukur tekanan darah digital HEM-7280T yang memungkinkan pengguna memonitor data tekanan darah mereka melalui aplikasi Omron Connect dengan cara melakukan sinkronisasi nirkabel dengan ponsel. Hal ini memudahkan pengguna mengumpulkan data tekanan darah mereka serta membantu dokter mengevaluasi data tekanan darah tersebut,” kata Kazuhide Kondo

Mengacu kepada Laporan Harvard T. H. Chan School of Public Health dan World Economic Forum 2015 berjudul Economics of Non-Communicable Diseases in Indonesia, penyakit kardiovaskular atau penyakit jantung adalah penyakit yang paling sering terjadi di antara penyakit tidak menular lainnya dan menyumbang 37% angka kematian.

Laporan tersebut juga memperkirakan dari tahun 2012 sampai 2030, Indonesia akan menderita kerugian ekonomi sebesar USD 1,77 triliun yang disebabkan oleh penyakit jantung.

Dr. Siska Suridanda Danny, SpJP, FIHA, mengatakan bahwa Hipertensi tidak mengenal usia, jenis kelamin dan domisili (perkotaan maupun desa). Hipertensi menyebabkan penyumbatan pada pembuluh darah.

Jika hipertensi tidak terkendali maka akan memicu stroke dan serangan jantung karena terjadi kerusakan pada pembuluh darah di otak dan jantung. Hipertensi dapat pula berdampak kepada organ penting lainnya seperti ginjal dan mata.

Ditambahkan bahwa Hipertensi juga mengancam ibu hamil dan bayi dalam kandungan. Namun, hipertensi dapat dikendalikan dengan memperhatikan berat badan melalui olahraga teratur, mengurangi konsumsi garam serta beristirahat yang cukup.

“Yang paling penting adalah mengukur tekanan darah secara rutin sebagai deteksi dini. Pada umumnya, tekanan darah normal adalah 120/80 mm Hg. Selain itu, gaya hidup masyarakat juga harus diubah menjadi pola hidup sehat,” terang salah satu pengurus Yayasan Jantung Indonesia ini.

YJI adalah organisasi yang secara konsisten memasyarakatkan pola gaya hidup sehat, antara lain melalui klub jantung sehat yang telah tersebar di seluruh Indonesia sebanyak kurang lebih 3000 klub.

Dalam acara “Beat of My Heart”, Omron menyediakan alat pengukur tekanan darah digital. “Kami senantiasa berinovasi mengembangkan alat pengukur tekanan darah digital, antara lain HEM-7280T dengan aplikasi Omron Connect. Kecanggihan teknologi tersebut memudahkan pengguna menyimpan serta mengakses informasi tekanan darah secara lengkap dan tepat. Inovasi Omron Connect merupakan bagian dari strategi bisnis Omron dalam mengembangkan produk berteknologi tinggi untuk memberikan kemudahan bagi masyarakat dalam menjaga kesehatan melalui pemeriksaan tekanan darah secara teratur di rumah,” kata Yoshiaki Nishiyabu, Marketing Manager, PT Omron Healthcare Indonesia.

Hipertensi sebagai faktor resiko Penyakit Jantung dan Pembuluh Darah merupakan salah satu kepedulian YJI. Omron yang juga memiliki kepedulian yang sama menyumbangkan 500 alat pengukur tekanan darah digital sebagai bagian dari partisipasinya dalam program mengukur tekanan darah jutaan orang di dunia selama program “May Measurement Month” bersama-sama dengan Indonesian Society of Hypertension and International Society of Hypertension.

Selain itu, Omron memberikan log catatan tekanan darah secara gratis untuk setiap pembelian alat pengukur tekanan darah digital Omron yang memiliki sticker bertuliskan OMRON 200 Million unit Blood Pressure Monitor Sold Worldwide pada kemasan produknya mulai bulan Mei 2017 untuk mendukung program pemeriksaan tekanan darah secara teratur di rumah serta upaya mengurangi resiko penyakit jantung. (Edo)

Check Also

Film Lima Perlu di Tonton, Mengupas Nilai Pancasila Sesungguhnya

Jakarta,  sketsindonews – Sepertinya Perfilman Indonesia belakangan sedang bergairah dengan film-film yang berkualitas. Salah satu …

Watch Dragon ball super