Home / Hukum dan Kriminal / 2 Perusahaan Besar Diseret Ke Pengadilan, Ini Responnya

2 Perusahaan Besar Diseret Ke Pengadilan, Ini Responnya

Jakarta, sketsindonews – PT Astra Internasional dan PT BMW Indonesia digugat ke Pengadilan Negeri Jakarta Pusat (PN Jakpus). kedua Perusahaan raksasa tersebut diduga melanggar Undang-Undang perlindungan konsumen.

Hal tersebut membuat pihak PT. Astra Internasional angkat bicara terkait perkara yang sudah terdaftar di PN Jakpus dengan Nomor 579/Pdt.G/2021/PN Jkt.Pst.

“Kami sudah melihat pemberitaan tersebut di youtube, memang sudah terdaftar di Pengadilan Negeri Jakarta Pusat. Pihak kami belum bisa berkomentar karena belum menerima panggilan dari Pengadilan” ungkap salah seorang pihak PT. Astra Internasional yang enggan disebut namanya kepada Sketsindonews saat dihubungi pada Selasa (5/10/21).

Disisi lain, Director of Communications BMW Group Indonesia, Jodie O’tania mengatakan, pihaknya menghormati upaya hukum dari PT. Sinar Baru Permai (penggugat). Dalam menjalankan bisnis, pihaknya mematuhi peraturan dan perundang undangan yang berlaku.

“Saat ini, kami belum mendapat relaas panggilan terkait upaya hukum tersebut. Kami akan mempelajari dulu isi dari panggilan tersebut sebelum menentukan langkah selanjutnya” kata Jodie kepada Sketsindo saat dikonfirmasi pada Rabu (6/10/21).

Seperti dikutip dari Sipp.pn-jakartapusat.go.id, sidang pertama akan dilakukan pada tanggal 18 Oktober 2021 di ruang Oemar Seno Adji, Pengadilan Jakarta Pusat.

Dalam pemberitaan Sketsindonews sebelumnya, PT. Sinar Baru Permai menggugat kedua perusahaan besar tersebut lantaran dianggap melanggar Undang-Undang perlindungan konsumen.

Dugaan kasus tersebut, berawal dari PT Sinar Baru Permai (Penggugat) yang mendapati dugaan cacat tersembunyi dari Unit mobil BMW X5 yang dibeli pada tahun 2015.

Kuasa hukum penggugat, Leonardus S. Sagala mengatakan, atas dugaan tindakan pelanggaran hukum tersebut, pihaknya meminta kerugian sebesar Rp14.5 Miliar.

“Inti dari gugatan kami ke PN Jakarta Pusat ini berkaitan dengan adanya dugaan pelanggaran
undang-undang perlindungan konsumen terhadap klien kami, atas pembelian mobil BMW seri lima” ucap Leonardus kepada wartawan di Jakarta pada Rabu (29/9/21).

Kerugian ini, lanjut Leonardus, dibagi menjadi dua, pertama material seharga Rp4.5 Miliar, yang bersumber dari harga mobil dan hilangnya hak klien kami untuk menggunakan mobil tersebut. Kedua kerugian immaterial Rp10 Milar, karena hilangnya kesempatan klien kami dalam menggunakan saat melakukan perjalanan bisnis.

Menurutnya, dalam mengajukan gugatan, pihaknya telah menyiapkan sejumlah barang bukti pendukung berupa dokumen, saksi-saksi, dan komunikasi dengan pihak Astra International dan BMW Indonesia.

“Kami sudah menyiapkan bukti pendukung, termasuk ada saksi dan komunikasi dengan pihak Astra BMW Indonesia dalam hal ini pak teguh yang saat ini menjanjikan penyelesaian dengan klien kami namun belum ada penyelesaian sampai saat ini,” pungkasnya. (Fanal Sagala)

Check Also

Rusdiansyah: KLB Demokrat Di Deliserdang SAH dan Berdasar Hukum

Jakarta, sketsindonews – Sidang lanjutan gugatan Perkara Nomor 150/G/2021/PTUN.JKT di PTUN Jakarta atas penolakan Menkumham …

Watch Dragon ball super