1447 H
رمضان كريم
Marhaban Ya Ramadan
Semoga bulan suci ini membawa keberkahan, kedamaian, dan ampunan bagi kita semua.
✦ Mari sucikan hati, perbanyak ibadah, dan pererat silaturahmi ✦
Hengki Lumban Toruan
HENGKI LUMBAN TORUAN CEO & Founder Sketsa Indonesia

Walikota Jakarta Pusat Mangara Pardede Kecewa, Pembangunan Pasar Nangka Bungur Tutup Saluran Warga

oleh
4.2K pembaca

Jakarta, sketsindonews – Walikota Jakarta Pusat Mangara Pardede berang saat meninjau saluran lokasi PD. Pasar Jaya Nangka Bungur Kemyoran yang di tutup.

Hal ini terungkap setelah Walikota Jakarta Pusat yang didampingi Dicky Suherman, Kasudin Tata Air Jakarta Pusat mempertanyakan pengerjaan pembangunan gedung Pasar Nangka Bungur Kemayoran.

Pasalnya, terjadi pembangunan pasar yang merupakan aset PD.Pasar Jaya, perusahaan milik Pemerintah Provinsi (Pemprov) DKI Jakarta ini, menutup saluran air persis di pintu masuk areal Pasar di jadikan halaman parkir.

Gambar

Walikota bersama Kasudin Tata Air Dicky Suherman dan Kasudin Bina Marga Aris Andika, sempat berlama memeriksa kondisi kerusakan jalan pasar Nangka berikut keberadaan saluran air. Ternyata di ketemukan saluran air bangunan pasar sepanjang kurang lebih 50 meter itu, sebagai saluran pemukiman warga, kini tidak berfungsi lagi karena telah di semen tertutup mati (permanen).

Ini saluran kenapa di tutup, ujar Mangara. Dengan raut penuh kecewa. Artinya, saat pembangunan berlangsung PD.Pasar Jaya tidak mengawasi proses pembangunan drainase dampak yang terjadi.

“Ini contractor dengan sesukanya main uruk saja, malah di buat pelebaran parkir,” ujarnya, selasa (27/9).

Apa mereka tidak tahu, sementara Pemprov DKI sekarang ini sedang giat – giat nya melakukan normalisasi saluran yang ada untuk di fungsikan dalam membuka perbaikan akses saluran, Kali Saluran Penghubung (PHB), serta saluran crossing untuk mengantisipasi terjadinya genangan air dan banjir di pemukiman warga.

Contractor mengesampingkan perintah Gubernur DKI Jakarta Basuki Tjahaya Purnama (Ahok), yang sudah sudah maksimal memperbaiki saluran air.

Sementara Aris Kasudin Bina Marga membenarkan penutupan saluran tersebut menyalahi tata ruang, melihat garis lurus parkiran pasar sudah terlalu maju ke jalan.

Demikian juga, Warisandi (49), warga Utan Panjang, Kemayoran Jakarta Pusat mengatakan, pembangunan fasilitas dan infrastruktur gedung pasar Nangka Bungur ditengarai tidak sesuai standarisasi gedung Pemerintah, dengan mengesampingkan terjadinya dampak lingkungan.

“Warga meminta, pihak PD.Pasar Jaya supaya membuka saluran depan pasar, mengaktifkan kembali saluran air tersebut, agar nantinya jika hujan turun saluran dapat berfungsi paralel sebelah kiri dan kanan gedung Pasar,” ujarnya.

Menyikapi hal tersebut, Gatra Humas PD.Pasar Jaya, mengatakan, penutupan saluran tersebut bukan lahan PD.Pasar Jaya.

“Ironisnya, Humas mencari kebenaran dengan membantah permasalahan tersebut, melalui WA nya dan mengatakan pihak Tata Air salah prediksi,” tutup Gatra. (Nr)

No More Posts Available.

No more pages to load.

Siap