Jakarta, sketsindonews – Pekerjaan proyek tata air kurang peduli terhadap lingkungan, pasalnya warga dan pengendara menjadi korban terperosok disebabkan tanah galian yang lamban diangkut sehingga jalan utama menjadi licin. Kerikil dan bebatuan telah memakan badan jalan hal itu, justru sangat mengganggu aktifitas warga sekitar. Seorang warga RW 01 Jalan Rawa Bebek, Kelurahan Pulo Gebang, Cakung, Jakarta Timur, turut mengeluhkan proyek yang tidak mengutamakan keselamatan pengguna jalan tersebut.
“Kalau pagi apalagi jalan macet parah. banyak juga orang yang jatuh karena tanah merah licin terus rumah penuh dengan tanah kotor jadinya. Pekerjaannya sering ditunda harusnya tanah diangkut,” Doddy Kristian warga RW 01 Kelurahan Pulogebang Kecamatan Cakung, Rabu (12/10).
Lebih lanjut kata Doddy, pemilik motor sangat direpotkan karena aksem masuk kerumah telah di gali oleh para pekerja drainase (saluran air).
Jadi menurutnya, tiap malam tiba kendaraannya dititipkan pada tetangga dekatnya.
“Motor juga tidak bisa masuk rumah, jadi banyak orang-orang yang nitip ketempat lain tanahnya belok kotor,” tambahnya.
Sementara pemotor saat dimintai keterangan merasa jalan yang dilalui terasa licin dan nyaris kendaraan yang dikendarainya oleng dari kendali sepeda motornya. Dan Bapak beranak dua itu berharap agar kondisi jalan bercampur tanah segera dirapihkan oleh petugas tata air.
“Bikin kotor bikin becek licin itu membahayakan motor saya aja nyangkut ke tanah mau jatuh,kalau jatuh lumayan repot urusannya,” cetus Niji kepada pewarta.
Lepas dari itu, pihak proyek seharusnya lebih meberikan rasa keamanan bagi pengguna jalan dan memasang pembatas agar pejalan kaki tidak terperosok ke lubang apalagi saat musim penghujan sangat berbahaya. (Dw)












