Jakarta, sketsindonews – Akibat lambatnya Satuan Perangkat Kerja Daerah (SKPD-UKPD) Kota Jakarta Pusat dalam penanganan infrastruktur pasca penertiban pasar Nangka Bungur Kelurahan Utan Panjang kawasan itu menjadi kumuh barang rongsokan, parkir liar, sampah serta munculnya kembali bangunan lapak pasar.
Pantauan sketsindonews.com terlihat nampak sisa barang penertiban masih menyisahkan, selain pengerukan kali item PHB Kali Baru tak tuntas oleh SudinTata Air hingga banyak puing yang tak diangkat.
Camat Kemayoran Herry Purnama mengakui, kami sudah ingatkan pada laporan rapim tingkat kota beberapa waktu yang lalu, selain pengawasan oleh tenaga satpol PP yang terbatas, ujarnya
“Diakuinya, banyak hal pasca kawasan itu harus di tuntaskan baik stetilitas jalan, pertanaman, lampu jalan, dan larangan rambu parkir kawasan jalan.”
Pekerjaan tanggung menjadi pekerjaan permasalahan baru bila tak cepat di tangani oleh satuan unit yang bertanggung jawab, kilahnya.
Sementara Anggota Dewan Kota Jakarta Pusat Banyu Sudarmadji mengkritisi, apakah itu persoalan anggaran terkait penataan kawasan pasca penertiban sehingga terlihat pekerjaan pemprov tanggung, ujarnya.
Atau faktor lain, ini dana saja perintah Walikota Jakarta Pusat tak diindahkan.
Ini kan menjadi persoalan baru, kasihan dong Camatnya giat penertiban yang menjadi indikator tingkat kota justru muncul penampakan yang tak enak, bahkan menjadikan problem wilayah, kumuh lagi, ujar Bayu. (Nr)






