Jakarta, sketsindonews – Aliansi Nasional 98 untuk Bangsa berniat melaporkan Ketua DPP Partai Gerindra Desmond J Mahesa terkait komentarnya perihal Nabi Muhammad SAW ke Mabes Polri di salah satu portal berita.
Laode Kamaludin dari Aliansi Nasional 98 mengatakan, meskipun bernada seperti sindiran terhadap Basuki Tjahaja Purnama alias Ahok, namun komentar Desmond sangat jelas bernada tendensius, dan terkesan Nabi Muhammad SAW bisa dengan mudah dijadikan objek mainan.
“Komentar Desmond yang meminta Ahok untuk menghadirkan Nabi Muhammad SAW jelas sudah keterlaluan. Dia boleh saja kesal dan benci dengan Ahok, tapi jangan bawa-bawa Nabi Muhammad SAW,” kata dia di Jakarta, Selasa (15/11).
Laode menegaskan, sebagai seorang politisi, Desmond semestinya bisa menjaga ucapannya dan tidak terpancing menanggapi sesuatu dengan nada emosi.
“Ucapan Desmond itu sudah masuk kategori penistaan kepada Nabi Muhammad SAW, di mana dia sudah memperolok Nabi Muhammad SAW untuk dihidupkan kembali,” tegas dia.
Menurut Laode, pelaporan Desmond akan menjadi pelajaran bagi setiap politisi agar ke depannya tidak dengan mudah berkomentar yang bernada olokan, apalagi terhadap Nabi Muhammad SAW.
Sebelumnya, dalam sebuah portal berita Teropongsenayan.com, Desmond berkomentar bahwa langkah Ahok menghadirkan ulama asal Mesir, Syeikh Amr Wardani, akan menjadi saksi ahli kasus dugaan penistaan agama percuma saja.
Alasannya, apapun yang akan dikeluarkan oleh ulama Mesir tersebut nantinya tidak akan didegarkan. “Kita sudah ada MUI yang benar-benar dari negara kita sendiri, Amr ini siapa kan dia dari negara luar,” kata Desmond, seperti disitir dari sebuah portal berita.
Bahkan, masih menyitir portal berita tersebut, Desmond sedikit menyidir kenapa tidak sekalian saja Nabi Muhammad SAW yang dihadirkan yang benar-benar tahu tentang surat Al-Maidah ayat 51. “Kenapa tidak sekalian Ahok hadirkan Nabi Muhammad yang benar-benar memahami surat Al-Maidah,” katanya.
Desmond juga berkomentar, tugas Ahok bagaimana menghidupkan kembali Nabi Muhammad untuk menjadi saksi dalam gelar perkara besok. “Sekarang tugas Ahok bagaimana untuk menghidupkan kembali Nabi Muhammad,” sindirnya. (*)






