1447 H
رمضان كريم
Marhaban Ya Ramadan
Semoga bulan suci ini membawa keberkahan, kedamaian, dan ampunan bagi kita semua.
✦ Mari sucikan hati, perbanyak ibadah, dan pererat silaturahmi ✦
Hengki Lumban Toruan
HENGKI LUMBAN TORUAN CEO & Founder Sketsa Indonesia

BPJS Luncurkan Fiture Mobile Peserta JKN-KIS

48.9K pembaca

Jakarta,sketsindonews – BPJS Kesehatan luncurkan Fiture Mobile Screening dalam antisipasi pasien fase awal peserta kesehatan untuk dapat mencegah secara dini gejala penyakit, apalagi fase lanjut usia yang mempunyai resiko penyakit kronik sudah mulai timbul di masyarakat.

Direktur Utama BPJS Kesehatan Fachmi Idris menyatakan, Screening Riwayat Kesehatan merupakan fiture di aplikasi BPJS Kesehatan Mobile dalam memudahkan peserts JKN-KIS dapat melihat resiko penyakit secara dini, tukasnya.

IMG_20170201_125647

Gambar

Peserta dapat mengunduh secara mudah di aplikasi BPJS yang dapat diakses via hand phone dengan melakukan screening riwayat kesehatan dirinya.

Fachmi juga mengingatkan peserta BPJS JKN – KIS kini sudah tak lagi melakukan screening di Kantor Cabang BPJS, tapi mereka sudah mengetahui rekam riwayat untuk melakukan tahapan lanjutan setelah mengisi daftar kesehatan mobile screening.

“Diketahui penyakit diabetes melitus, hipertensi, ginjal kronik dan jangung koroner sering banyak diabaikan oleh masyarakat Indonesia yang pada gilirannya penyakit itu sudah pada fase lanjut.”

Untuk itu pelayanan fiture screening mobile sebagai bentuk bagi peserta BPJS dapat secara dini melakukan konsultasi penyakit tentunya dalam pemgelolaan penyakit beresiko tinggi, terang Fachmi.

Sementara Kepala Cabang BPJS KCU Jakarta Pusat Bona Vita saat ditanya sketsindonews mengatakan, dengan adanya aplikasi screening riwayat mobile bagi masyarakat peserta BPJS fase pertama (FKTP) sebagai tindak lanjut dalam medis, apakah nanti di lanjutkan pada Fase Kesehatan Tingkat Lanjutan.

Apabila sebuah FKTP diketemukan banyak peserta dengan resiko mrngidap diabet melitus dalam katagori sedang atau tinggi, maka FKTP tersebut dapat melaksanakan edukasi kesehatan dan pembentukan klub resiko tinggi kepada sejumlah peserta JKN-KIS yang bersangkutan.

Dalam catatan 2016, tambah Bona. BPJS Kesehatan telah melakukan screening kepada peserta JKN-KIS diseluruh Indonesia. Hasilnya, untuk penyakit diabetes melitus terdapat 702.944 peserta beresiko rendah, 36.225 peserta beresiko sedang, dan 651 peserta beresiko tinggi. Dikatagori ginjal kronik, sebanyak 715.692 peserta diagnosa memiliki resiko rendah, 23.307 berisiko sedang, dan 831 peserta tinggi. Dan terakhir di katagori jantung koroner sebanyak 680.172 peserta beresiko rendah, 57.692 peserta beresiko sedang dan 1.956 peserta beresiko tinggi.

Yah, nantinya diharapkan peserta BPJS Kesehatan Mobike daoat lebih aware untuk memeriksa kesehatan dini sebelum mengetahui resiko yang lebih serius, tutup Bona. (Nr)

No More Posts Available.

No more pages to load.

Siap