Jakarta, sketsindonews – Beda Ketan Susu Kemayoran dan Pasar Lenggang Kemayoran. Tansu Kemayoran didirikan pada tahun 1958, sementara Pasar Lenggang Kemayoran diresmikan pada tahun 2017 yang hingga saat pemda DKI masih mencari formulasi agar Pasar Lenggang punya daya tarik “magnit visitor and sale.”
Kedai Tansu merupakan usaha turun-temurun keluarga Pak Tasnian, pendiri ketan susu yang awalnya hanya pedagang ketan keliling. (11-03-2017)
Namun, beberapa tahun kemudian, Ia memutuskan untuk membuka kedai, dan bertahan hingga saat ini.
Awalnya pak Tasnian hanya menjual ketan yang ditaburi dengan kelapa parut diatasnya. Hingga tahun 2000, salah satu pengunjung mengusulkan agar ketan disiram dengan susu kental manis diatasnya.
Tak disangka, banyak pengunjung yang menyukainya, hingga menu tersebut menjadi menu tetap favorite dan dinamakan ketan susu atau tansu.
Uniknya lagi, banyak pengunjung yang makan ketan susu bersamaan dengan gorengan seperti tempe, pisang goreng, ubi, dan singkong yang duduk di trotoar hingga pinggir jalan karena tak muatnya kedai Tansu oleh pengunjung kawula muda.
Tepatnya didepan tansu ada pasar Lenggang Kemayoran dengan aneka menu serta koridor bangku estetika oranges kuliner Teh Sosro, namun pasar itu tak punya magnit kami visiting, ujar Risma (21) yang lagi kongkow di Tansu ketika diminta tanggapannnya.
“Kami hadir disini terdiri dari komunitas yang hadir untuk sekedar ngobrol bahkan merencanakan acara sampai larut jam 3 pagi, ucapnya.
Harganya pun murah, serta kami sudah terbiasa puluhan tahun, sementara pasar lenggang Kemayoran bukan tak tahu, tapi saya belum tahu apa tampilan menu dan sarana kongkow ada tempat gak buat komunitas.
Tambah Risma, sepertinya pasar itu harus berani dalam promosi dan acara kaum muda, tentunya segment konsep itu pasar mau kemana kuliner malam hari atau jual baju sih, tanyanya.
reporter : nanorame







