1447 H
رمضان كريم
Marhaban Ya Ramadan
Semoga bulan suci ini membawa keberkahan, kedamaian, dan ampunan bagi kita semua.
✦ Mari sucikan hati, perbanyak ibadah, dan pererat silaturahmi ✦
Hengki Lumban Toruan
HENGKI LUMBAN TORUAN CEO & Founder Sketsa Indonesia

Lulung Berharap Agar Aksi Menuntut Ahok Bebas Dihentikan

oleh
Abraham Lulung Lunggana (Hj. Lulung). (Foto: Tempo.co)
9.3K pembaca

Jakarta, sketsindonews – Aksi massa pendukung Basuki Tjahaja Purnama atau Ahok yang sejak vonis diputuskan pada 09 Mei 2017 lalu membuat Wakil Ketua DPRD Jakarta, Abraham Lunggana atau Lulung angkat bicara.

Lulung meminta agar aksi untuk meminta Ahok segera dibebaskan itu agar dihentikan. “Kepada pihak-pihak yang melakukan mobilisasi, sudahlah…. Sekarang sudah cair, jangan melakukan propaganda dan dramatisir,” kata Lulung di Grand Sahid Hotel, Jakarta, Kamis, 11 Mei 2017, Seperti dilansir Tempo.co, Jumat (12/5).

Lulung meminta pendukung Ahok agar menerima putusan Hakim yang memberi hukuman 2 tahun penjara terhadap Ahok. Apabila aksi terus berlanjut Lulung khawatir akan akan terjadi disintegrasi atau bangsa ini akan terbelah.

Gambar

Dia berharap agar semuanya bisa move on. “Siapa saja yang ikut berperan serta dalam pengerahan massa mobilisasi massa, sudahlah tobat,” ucapnya.

Indikasi mobilisasi massa, kata Lulung, sudah terlihat sejak Ahok kalah di Pilkada DKI Jakarta. Saat itu, ada pengiriman ribuan karangan bunga ke Balai Kota. Pengiriman karangan bunga mencapai ribuan tersebut tidak datang sendiri tanpa dikerahkan.

Tidak hanya di Balai Kota, masih kata Lulung, menjelang sidang vonis Ahok di Pengadilan Jakarta Utara yang mengambil tempat di Auditorium Kementerian Pertanian, Ragunan, Jakarta Selatan, karangan bunga juga membanjiri Mabes Polri. “Sepengalaman saya orang yang demo itu orang yang dimobilisasi,” tutur Lulung.

Lulung yakin, tidak mungkin warga melakukan sendiri tanpa ada yang menggerakkannya. “Ayolah kita ciptakan rasa persatuan dan kesatuan. Jangan ada lagi penistaan agama ke depannya,” kata Lulung.

Ahok diputus bersalah menistakan agama pada Rabu, 9 Mei 2017. Sejak saat itu gelombang unjuk rasa menuntut penangguhan penahanan tak bisa dibendung. Simpatisan Ahok datang ke manapun mantan Bupati Belitung Timur itu dipenjara.

Sewaktu Ahok dimasukkan dalam Rutan Cipinang, Jakarta Timur, relawan berkumpulkan dari malam hingga pagi. Massa yang membeludak mengakibatkan kemacetan di sekitar penjara. Begitu pula saat Ahok dipindah ke Markas Brimob Kelapa Dua, Depok, Jawa Barat, secara bergantian massa berdatangan.

Aksi simpatik di Balai Kota, mehadirkan musisi Adie MS. Hingga hari ini masih ada warga yang berkumpul di Balai Kota dan di Markas Brimob menuntut penangguhan penahanan Ahok. (*)

No More Posts Available.

No more pages to load.

Siap