Jakarta,sketsindonews – Penolakan film pendek dalam.Festival Police Movie yang dianggap kontroversi dengan judul Kau Adalah Aku Yang Lain oleh para netizen dianggap mendiskriditkan Umat Islam akhirnya pihak Kepolisian RI menjelaskan, bahwa penjurian Police Movie Festival ke-4 sudah profesional.
Pihak kepolisan menggunakan juri dari internal kepolisian dan dari luar kepolisian.
Hal ini disampaikan Kepala Divisi Humas Polri Irjen Setyo Wasisto saat dimintai tanggapan terkait film Kau adalah Aku yang Lain yang menjadi pemenang kategori film pendek tahun 2017. (28/6)
“Jurinya profesional, satu dari pihak kepolisian, yang lain dari luar, ada artis, budayawan, sutradara dan lain-lain,” ujar Irjen Setyo Wasisto.
Setyo menjelaskan bahwa para juri ini melakukan seleksi terhadap 241 film pendek yang masuk dalam ajang Police Movie Festival ke-4.
Kemudian, terpilihlah 10 film pendek terbaik dari 241 film tersebut dan salah satunya adalah film berjudul Kau adalah Aku yang Lain karya Anto Galon.
“Yang menentukan itu para juri dan film itu adalah karya seni. Semangat kami (Polri) menyelenggarakan festival ini tentu untuk menjadi inspirasi soal toleransi, persatuan, kekeluargaan, gotong royong sebagaimana tema ajang ini, yakni Unity in Diversity,” terang dia.
Menurut Setyo, akan ada penjelasan dan klarifikasi dari juri maupun pembuat film. Sehingga kontroversi terhadap film tersebut dapat segera terurai.
“(Dihentikan) sampai nanti menunggu juri maupun pembuat film akan memberikan klarifikasi,” ujarnya.
Diketahui, film pendek Kau adalah Aku yang Lain menceritakan tentang ambulans yang membawa seorang perempuan beragama Kristen dan pasien yang membutuhkan perawatan di rumah sakit. Ambulan tersebut ternyata harus melewati jalan di mana ada warga yang sedang melakukan pengajian.
Perdebatan pun mulai di situ karena ada warga yang tidak mengizinkan ambulans melalui jalan tersebut. Kemudian polisi yang berada di lokasi datang dan membantu menengahi sehingga ambulans bisa lewat.
Sementara Karopenmas Divisi Humas Polri Brigjen Rikwanto meminta berbagai pihak untuk melihat pesan di balik film pendek tersebut. Dia menilai banyak makna yang terkandung di balik film Kau adalah Aku yang Lain.
“Misalnya, persatuan diraih karena keragaman, kekeluargaan, kerja sama dan gotong royong tanpa memandang suku, ras dan agama,” ujar Rikwanto.
redaksi











