1447 H
رمضان كريم
Marhaban Ya Ramadan
Semoga bulan suci ini membawa keberkahan, kedamaian, dan ampunan bagi kita semua.
✦ Mari sucikan hati, perbanyak ibadah, dan pererat silaturahmi ✦
Hengki Lumban Toruan
HENGKI LUMBAN TORUAN CEO & Founder Sketsa Indonesia

Dirjen Kereta Api Jangan Alasan Insiden Tabrakan KA Pasar Gaplok Untuk Menutup Jalur Rel Tanah Sebidang

6.8K pembaca

Jakarta, sketsindonews – Pelintasan Tanah Sebidang Rel Kereta Api pihak Kementerian Perhubungan cq/.Dirjen Perhubungan Darat Kereta Api untuk kembali mengkaji ulang penutupan rel kereta.

Pasalnya penutupan itu Akan berdampak luas terhadap efek ekonomi bagi pelaku ekonomi selain berdampak mobilisasi arus kendaraan yang selama ini masih menjadi problem sumber kemacetan, ujar Selamet Riyadi Ketua Paguyuban pedagang Kali Lima Jakarta Pusat. (8/7)

Dirinya beranggapan kasus terhadap insiden tabrakan kereta di lintasan pasar Gaplok Kramat Senen jangan menjadi tameng untuk penutup perlintasan tembok berdalih keselamatan penggunaan jalan.

Gambar

“PT.KAI dan Dirjen Perhubungan Darat seharusnya lebih professional dengan tidak menggunakan penutup sebidang dengan model jadul (usang) atau bambu yang hanya sebelah tanpa menggunakan marka lebih modern.”

Ia pun menyinggung selayaknya Dirjen Kereta sudah menggunakan konsep marka penutup kereta tanah sebidang secara modern serta berteknologi, bukan dengan bambu, jelas Selamet yang akrab disapa Memed.

Banyak aspek resiko jika di paksakan penutupan sebidang misalnya saja, aspek sosial jalan akses menuju Rumah Sakit bagi warga terjadi hambatan. Belum lagi mematikan ekonomi rakyat karena pertumbuhan bagi penggiat dan distribusi menjadi mati dengan jalur yang ditutup.

Yang sangat fatal jika jalur Senen rel kereta ditutup sisi kiri kanan, maka bisa dibayangkan akses lintas umum jalan Soeparpto, Priuk hingga Kramat Raya Senen akan lumpuh, paparnya Memed.

Pemerintah harus pikirkan ini serta mengkaji ulang (review), karena tak ada jalan alternatif, maka jalan kampung akan dipenuhi kendaraan bila dipaksaan bisa menimbulkan protes bahkan demo karena warga menolak.

Tambah Memed, bagaimana mengatasi ini. Maka pemerintah Dirjen Kereta Api seharusnya membuat fasilitas dulu sebagai solusi seperti under pass atau fly over di lintasan kereta sebelumnya dilakukan penutupan, tegasnya.

Inikan namanya kebijakan yang tidak pro rakyat tapi malah menjadi trouble maker kebijakan tidak populis bagi kepentingan pihak – pihak yang dirugikan secara sosial, ekonomi, keamanan dan ketertiban.

Tunda itu yang terbaik, jika itu terjadi kami bersama warga serta penggiat ekonomi akan lakukan demo di Istana Kepresidenan untuk kami sampaikan ke Presiden Jokowi untuk menunda target 1 tahun penutupan tanah sebidang rel kereta API secara Nssional, tandas Memed.

reporter : nanorame

 

 

 

No More Posts Available.

No more pages to load.

Siap