sketsindonews – Perjuangan dibutuhkan karena manusia sudah tidak lagi di perlakukan sebagai manusia.
Manusia diperlakukan hanya sebagai alat mesin produksi atau robot bernyawa yang jika sudah tidak di butuhkan lagi tempatnya adalah di sampah.
Mengapa bangsa kita sulit maju dan berkembang serta mencapai taraf hidup yang layak seperti bangsa bangsa lain di dunia ini padahal sumber daya alam kita melimpah ruah.
Kita ini ibarat tidur beralaskan emas dan berenang dengan minyak tapi masih terbelakang dan menderita di atas kekayaan alam sendiri. Seperti anak ayam mati di lumbung padi.
Sementara bangsa lain yang dengan rakusnya menghisap dan menyedot kekayaan alam kita dengan sesuka-sukanya sementara kita sendiri ironisnya justru sibuk saling menyalahkan satu sama lain dan saling menjatuhkan, kalau perlu membunuh teman sahabat bahkan saudara sendiri agar dapat memuaskan hasrat keinginan dan perut sendiri demi yang namanya harta pangkat dan jabatan.
Ketika uang harta pangkat dan jabatan sudah di Tuhankan maka, Perjuangan berubah bentuk bukan lagi membela yang benar tapi membela yang bayar dengan prinsip tidak masalah saudara saya tertindas dan mati kelaparan yang penting saya bisa hidup senang dan bergelimang harta pangkat jabatan dan kerhormatan walau itu didapat dari cara yang hina.
Yang benar di singkirkan yang salah di pelihara dan dipertahankan hanya untuk yang namanya kepentingan, kepentingan penjarah sumber daya alam dengan kekuatan modal yang sangat besar, yang besarnya sanggup membeli harga diri kita sebagai anak bangsa.
Yang tidak kalah pentingnya mengapa bangsa lain lebih maju dan bisa menjarah serta menguasai bangsa kita dengan sesukanya adalah karna mental kita masih banyak yang bermental Budak bukan mental pemimpin/pejuang.
Setinggi apapun pangkat dan posisi serta jabatan yang di sandang kalau mentalnya adalah mental Budak maka dia tetap menjadi Budak di negrinya sendiri.
Budak adalah manusia yang tidak memiliki otoritas dan kontrol terhadap dirinya sendiri.
Prinsipnya adalah tidak apa-apa tidak punya harga diri dan martabat yang penting bisa makan, bisa mengenyangkan perutnya sendiri walaupun saudaranya mati kelaparan, bahkan kalau perlu membunuh dan mengorbankan saudaranya sendiri demi untuk mencapai tujuannya.
Tidak berani keluar dari zona nyaman walaupun ditindas dan dijadikan budak di negri sendiri.
Kita semua sebagai anak bangsa adalah bangsa yang mewarisi sifat kesatria pemberani, terhormat dan bermartabat, memiliki semangat juang yang tinggi dan kesadaran penuh dalam menegakkan kebenaran dan keadilan dalam meneruskan cita-cita perjuangan bangsa yang merdeka, bersatu, berdaulat, adil dan makmur.
Yang di dalamnya termasuk kita sebagai pekerja adalah elemen yang sangat penting sebab penghasil devisa negara.
Semoga Tuhan yang Maha Kuasa melimpahkan rahmat dan hidayahnya sehingga dapat menerangi hati pembesar-pembesar negri ini menjadikan anak bangsanya merdeka dan berdaulat di negrinya sendiri yang memiliki sumber daya alam melimpah ruah dan kaya raya.
Semoga kita tidak menjadi budak di negri sendiri dan menjadi budak di antara bangsa bangsa.
Membiarkan peraktek penindasan dan ketidak adilan serta kesewenang wenangan di muka bumi ini tanpa ada perbuatan adalah suatu kejahatan.
Oleh: Aser Gobai, Solidaritas kuat
Pekerja sejahtra.
spkep spsi to be the winner.







