Jakarta, sketsindonews – Puluhan mahasiswa yang tergabung dalam Pergerakan Mahasiswa Anti Korupsi (PRI-ASI) lakukan aksi depan Komisi Pemberantasan Korupsi dan meminta Ketua KPK Agus Raharjo segera memeriksa Menteri Desa Tertinggal dan Transmigrasi, Eko Putro Sandjojo terkait kasus OTT di Kemendesa.
“Kami meminta Ketua KPK Agus Raharjo tidak segan-segan untuk memeriksa Menteri Desa, karena ketidak becusannya dalam menjalankan tugasnya,” ucap salah satu masa aksi dalam orasinya, di depan Gedung KPK, Jakarta, Kamis (31/8)
Menurutnya, hingga saat ini Menteri Desa belum sesuai dalam menjalankan tugasnya, sehingga banyak masayarakat dari desa yang pindah ke kota.
“Kami meminta agar Menteri Desa segera di Reshuffle, karena kinerjanya tidak sesuai, dan banyak yang pindah ke kota karena tidak merasakan program dari Kementerian Desa,” ungkapnya.
“Yang merasakan hanya segelintir orang,” tambahnya.
Aksi yang dilanjutkan di depan Istana tersebut menyuarakan hal yang tidak jauh berbeda, hanya mereka meminta agar Presiden Joko Widodo untuk memeriksa Sekjend Kemendesa, Anwar Sanusi.
“Kami meminta agar Presiden segera memerintahkan KPK untuk memeriksa Anwar Sanusi yang telah mengkoordinir Eselon di Kementerian Desa terkait WTP,” pungkasnya.
Seperti diketahui beberapa waktu lalu, KPK melakukan Operasi Tangkap Tangan (OTT) di Kementerian Desa dengan kasus suap pemberian predikat Wajar Tanp Pengcualian (WTP) pengelolaan keuangan Kemendesa PDTT tahun anggaran 2016 oleh Badan Pemeriksa Keuangan (BPK). KPK berhasil mengamankan 4 orang tersangka yakni Rochmadi Saptogiri (auditor utama BPK), Ali Sadli (auditor BPK), Jarot Budi Prabowo (pejabat Eselon III Kemendes PDTT) dan Sugito (Irjen Kemendes PDTT)
(Eky)







