Cibinong, sketsindonews – Pemanfaatan Informasi Geospasial di tiap Kementerian/Lembaga (K/L) maupun Pemerintah Daerah, tetapi saat ini masih terbatas dalam proses pengumpulan, proses pengolahan, proses pengelolaan Dan penyebarluasan. Seharusnya pemanfaatan IG semakin meningkat seiring dengan ketersediaan Informasi dasar dasar Dan informasi Tematik yang semakin lengkap.
Adi Rusmanto, Deputi Infrastruktur Informasi Geospasial, mengatakan Pemanfaatan IG merupakan mandat undang undang yang sangat penting. Aplikasi berbasis informasi geospasial juga telah banyak diluncurkan oleh Kementerian/Lembaga maupun Pemerintah Daerah, tetapi saat ini masih terbatas dalam proses pengumpulan, proses pengolahan, proses pengelolaan Dan penyebarluasan.
“Terdapat berbagai Aplikasi berbasis informasi geospasial juga telah banyak diluncurkan oleh Kementerian/Lembaga maupun Pemerintah Daerah, tetapi saat ini masih terbatas. Karena hanya menampilkan kabupaten/kota tertentu saja,” Ujar Adi kepada awak media.
Kedepan pemanfaatan IGD Dan IGT tentu akan semakin luas setelah rencana aksi OMP berjalan dengan baik. Entitas OMP di 19 KL dan 34 Provinsi dengan 85 Tema adalah modal dasar yang baik untuk proses berikutnya yaitu pemanfaatan IG untuk Perencanaan dan evaluasi pembangunan Berbasis Spasial.
Deputi Infrastruktur Informasi melanjutkan, “oleh sebab itu Badan Informasi Geospasial mengadakan lomba Penghargaan Inovasi Pemanfaatan Informasi Geospasial. Tujuan dari diselenggarakannya penghargaan inovasi pemanfaatan IG adalah memberikan penghargaan kepada Pemerintah Daerah Kabupaten/Kota dalam yang telah berhasil melakukan upaya inovatif pemanfaatan IG dalam tata kelola pemerintahannya.”
Setelah melakukan seleksi sebanyak 25 daerah yang layak untuk mengikutin kompetisi di BIG ini. Ke 25 Daerah yang diseleksi tersebut akhirnya menjadi 10 daerah yang masuk dalam kategori aplikasi yang dapat memberikan Informasi Geospasial secara utuh dan informatif.
“Permasalahan sebenarnya setelah saya evaluasi masih sangat kurang.Dan ADA Dua permasalahan utama, yang pertama sosilasi terhadap Lomba ini masih kurang, yang kedua bisa jadi pemahaman ini terhadap Informasi Geospasial ini masih rendah. Kedua hal ini merupakan tantangan besar bagi kita untuk meningkatkan Iterasi IG agar lebih luas. Inovasi IG masih kurang seksi dibanding dengan inovasi pilkada serentak. Sehingga Dua kali kita mengirimkan Surat ke Daerah 600 kabupaten/Kota hanya 25 yang memberikan respon,” Pungkas Adi.
Perlu diketahui 10 kabupaten/kota yang terbaik terdiri. Kota Bandung, Kabupaten Banyuwangi, Kota Bogor, Kabupaten Jepara, Kota Manado, Kota Pekanbaru, Kota Semarang, Kabupaten Sragen, Kota Surabaya, Kabupaten Temanggung.
(Edo)







