Jakarta, sketsindonews – Menanti kelahiran anak pertama semua orang pun akan suka cita mendengarnya , apalagi semua berjalan dengan kehendaknya secara alamiah dan normal.
Itu merupakan syukurnya yang tak hingga apa yang diberikan oleh Allah terhadap hambanya dalam rangkaian makna nikah berumah tangga.
Bagi pasangan muda menanti lahir anak pertama sebuah ujian harap cemas dalam penantian walaupun semuanya tergantung kita menghadapi menjadi calon sang bapak atau ibu.
Keduanya mempunyai peran penting dalam mensupport saat detik hingga kelahiran anak dalam proses ketenangan serta keyakinan, “bahwa anak sebuah titipan Ilahi yang indah dari perjalanan biduk”, ujar Ust Muhammad Yasin saat bincang dengan sketsindonews.com . (13/9)
Normal dalam lahir itu pasti sebuah idaman semua orang, apalagi sebuah keluarga karena proses itu sangat alamiah walaupun kelahiran seorang ibu merupakan perjuangan antara hidup dan mati, tambah Yasin.
Sebut saja Gilang (27) yang didampingi Eka isterinya tercinta putera dari Redaktur Executive Sketsindonews.com dirinya mengakui, pasangan muda ini awalnya cemas saat detik – detik penantian walaupun rasa optimis terus menjalar bahwa puteranya akan lahir sebagai mana harapan dari keduanya, ucapnya.
Support dari orang terdekat membuat dirinya tenang, apalagi dari mamanya serta isteri untuk menjaga kondisi saat mulainya masuk rumah sakit hingga proses berjalan dengan baik.
“Gue udah jadi bapak sekarang”, gumamnya”
Tak percaya membayangkan tidur hingga waktunya akan tersita menjaga tanggung jawab putera pertamanya yang telah lahir, ucap Gilang.
“Kami bersyukur atas pemberian Allah SWT. Mungkin ini pertama hingga nanti hingga semuanya merupakan langkah awal sebuah hidup dalam menjalankan sebuah pertanggungan apa itu menjadi orang tua.”
Kelahiran anak dengan pertama dengan berat 3,4 Kg serta panjang 50 ini akan menjadi motivasi pernikahan itu adalah tanggung jawab, kemandirian serta untuk terus memposisikan menjadi orang tua yang modern secara religius, tutup Gilang.
reporter : devita











