1447 H
رمضان كريم
Marhaban Ya Ramadan
Semoga bulan suci ini membawa keberkahan, kedamaian, dan ampunan bagi kita semua.
✦ Mari sucikan hati, perbanyak ibadah, dan pererat silaturahmi ✦
Hengki Lumban Toruan
HENGKI LUMBAN TORUAN CEO & Founder Sketsa Indonesia

Tea Walk Gunung Mas Pemprov DKI Hanya Berkutat Pada SPJ

20K pembaca

Jakarta, sketsindonews – Kegiatan Tea Walk yang diselenggarakan Korpri Provinsi DKI Jakarta yang mulai hari ini Jumat-Sabtu 20-21 Oktober diprediksi menghamburkan anggaran milyaran rupiah.

Penyelenggaraan Pemprov tersebut, akan digelar di Gunung Mas, Jawa Barat serentak di seluruh wilayah DKI Jakarta dengan meronggoh kocek kantong masing-masing wilayah.

Darimana anggaran Tea Walk yang dikeluarkan tak sepadan dengan output hasil, dan terbersit hanya sekedar bersilaturahmi dan jalan – jalan.

Gambar

Ditanya soal kegiatan Tea Walk, Asisten Pemerintahan Provinsi DKI Jakarta, H. Bambang Sugiyono mengatakan, kegiatan Tea Work merupakan gawean Korpri Provinsi DKI Jakarta.

“Acara Tea Walk itu merupakan hajat kegiatan tahunan yang pelaksananya yaitu Korpri Provinsi DKI Jakarta dan Korpri masing-masing wilayah,” ucap Bambang disela-sela acara peresmian Jalan Sekolah di pinggir Kali Krukut, Petojo Utara, Gambir, Jakarta Pusat beberapa waktu yang lalu.

Tea Walk  itu merupakan agenda kegiatan tahunan dalam rangka konsolidasi, koordinasi supaya kedepannya bekerja semakim bagus dan semakin kompak, papar Bambang mantan Walikota Jakarta Utara.

“Silakan saja SKPD/UKPD mau kumpul banyak dan mau enak pingin sendiri-sendiri juga silakan saja. Tapi saya tidak tahu “Tea Walk” itu ada anggarannya atau tidak,” katanya.

Sementara itu, Ketua Lembaga Pemantau Penyimpangan Aparatur Daerah (LP2AD), Victor Irianto Napitupulu mengatakan, kegiatan Tea walk yang akan diadakan tersebut diprediksi menghamburkan anggaran hingga milyaran rupiah.

Ia pun mempertanyakan penyelengaraan hajat Korpri tersebut tidak dilaksanakan tanggal 13 Oktober dimasa berakhir jabatan Gubernur Djarot. Tetapi malah di adakan tanggal 20 Oktober 2017 ada apa,” tanya Victor.

Lanjut Victor menambahkan,mungkin saja berkaitan dengan SPJ. Dimana penyerapan APBD tahun 2017 sangat rendah. Sekitar 60 persen dari cakupan target pemprov dalam evaluasi resapan anggaran.

Selain dirinya juga mempertanyakan pemaksaan kehendak terselenggaranya kegiatan Tea walk tetap dilaksanakan,” jelas Victor.

Acara Tea walk, sambung Victor  hanya mendongkrak penyerapan anggaran dan hura-hura yang menghamburkan anggaran.

Tambah Victor, Gubernur Anies-Sandy tidak butuh sepeda bareng, lari, hura – hura atau jalan santai di Gunung Mas. Tapi butuh kinerja serta pelayanan bagi masyarakat secara baik bagi kepentingan kebahagiaan warga Jakarta, tegasnya.

reporter : dev

 

No More Posts Available.

No more pages to load.

Siap