1447 H
رمضان كريم
Marhaban Ya Ramadan
Semoga bulan suci ini membawa keberkahan, kedamaian, dan ampunan bagi kita semua.
✦ Mari sucikan hati, perbanyak ibadah, dan pererat silaturahmi ✦
Hengki Lumban Toruan
HENGKI LUMBAN TORUAN CEO & Founder Sketsa Indonesia

Menantikan dan Mempercepat Kedatangan Hari Tuhan

oleh
Foto ilustrasi. (Dok. Morelord)
63K pembaca

2 Petrus 3:8-15a

Renungan, sketsindonews – Dunia adalah sebuah tempat sementara bagi manusia untuk menjalani proses dalam menyambut hari kedatangan Tuhan dan menikmati hidup kekal.

Sadar atau tidak, manusia terlalu fokus pada dunia sementara ini. Dunia ini seolah-olah kehidupan kekal. Manusia menumpahkan seluruh hidupnya ; tenaga, pikiran, dan rohnya untuk menghiasi dirinya dengan asesoris dunia ini.

Gambar

Padahal, semua itu tak menentukan dirinya pada hari kedatangan Tuhan. Pada kedatangan Tuhan seluruh nilai-nilai dunia dihancurkan.

Satu hal yang perlu kita persiapkan saat kedatangan Tuhan adalah agar kita hidup dalam kebenaran.

Firman Tuhan hari ini memberikan harapan baru bagi kita akan adanya langit dan bumi yang baru. Kita jangan putus asa dan jangan pernah mengatakan, bahwa ‘hidup ini begitu-begitu saja’, tetapi hidup selalu mengalami perubahan.

Puncak dari perubahan itu adalah datangnya hari Tuhan.

Hari Tuhan adalah, dimana manusia sudah hidup dalam kebenaran, sehingga tidak ada lagi yang mencekam tetapi seluruhnya mengalami kedamaian. Itulah yang disebut langit dan bumi baru.

Manusia mempunyai peran dalam hari Tuhan itu, yaitu menantikan dan mempercepat. Menantikan dan mempercepat kedatangan hari Tuhan bukan berarti berdiam diri tetapi menjalani hidup aktif dengan menyatakan kebenaran dalam segala lapangan hidup yang kita jalani.

Hari Tuhan bukan soal kapan dan dimana, melainkan soal keadaan, dimana segala sesuatu penuh kebenaran. Untuk mencapai kebenaran inilah, manusia mempunyai peran.

Manusia mempergunakan segala waktu yang dimiliki untuk mewujudkan kebenaran. Itu sebabnya firman Tuhan (Efesus 5 : 16) mengatakan : “pergunakanlah waktu yang ada, karena hari-hari ini adalah jahat.” Di tengah-tengah dunia yang makin jahat ini, orang-orang percaya perlu membangun hubungan yang benar dengan Tuhan. Orang-orang yang demikianlah dapat menikmati hidup damai dalam dunia ini maupun kedamaian saat kedatangan Tuhan.

(Eky/ Renungan HKBP Ujung Menteng)

No More Posts Available.

No more pages to load.

Siap