Jakarta, sketsindonews – Rumah rusak akibat gempa di NTB Juru Bicara Badan Nasional Penanggulangan Bencana, Sutopo Purwo Nugroho, menyebut hingga sekitar pukul 9.20 WITA, gempa susulan terjadi hingga 66 kali.
Hingga berita ini diturunkan, otoritas setempat masih terus menghitung korban luka maupun tewas. Sutopo menyebut setidaknya korban terus bertambah telah dinyatakan meninggal dunia akibat gempa ini.
Satu dari 10 korban tewas itu berstatus warga negara Malaysia.
Adapun, terdapat pula sekitar 40 orang yang terluka dan dilarikan ke pusat kesehatan. Sementara itu, lindu itu juga merusak puluhan rumah.
gempa. ntb.ribuan.rumah.hancur.doc
Begitu pula gempa susulan terbesar tercatat berkekuatan 5,7 skala richter. Warga di berbagai daerah gempa dilaporkan berhamburan keluar rumah, termasuk para turis yang keluar dari hotel di kawasan pariwisata setempat.
“Masyarakat di Lombok Timur dan Kota Mataram merasakan gempa dengan guncangan keras selama 10 detik,” kata Sutopo melalui keterangan tertulis.
Luka-luka ratusan, luka berat dan luka ringan, dan ribuan rumah mengalami kerusakan ini belum semua data masuk belum bisa dilaporkan karena kendala komunikasi pendataan masih dilakukan,” kata Sutopo saat ditemui di kediamannya, Cibubur, Jakarta Timur, Minggu (29/7).
Di Kabupaten Lombok Timur jumlah rumah rusak sampai saat ini terdata lebih dari 1.000. Sementara di Lombok Utara ada ratusan rumah yang rusak.
“Kenapa kerusakannya besar? Karena pusatnya ada di daratan. Pusat gempanya berdekatan dengan daerah itu kan memberikan dampak yang merusak kepada daerah-daerah sekitarnya, khususnya rumah dan bangunan yang konstruksinya tidak tahan gempa,” tutur Sutopo.
Berdasarkan informasi terakhir, jumlah korban jiwa adalah 14 orang. Sebanyak 10 orang berada di Kabupaten Lombok Timur dan 4 lainnya di Lombok Utara.
“Di Lombok Timur itu ada Desa Obel-obel di Kecamatan Sabalia. Dilaporkan dari aparat setempat, ada beberapa kerusakan yaitu ribuan rumah rusak tapi belum dapat melaporkan, tentu dalam hal ini kita akan menyebar aparat yang lain juga menyebar untuk menjangkau beberapa desa yang lain di Lombok Timur,” kata Sutopo.
Muhammad Iqbal, Direktur Perlindungan WNI pada Kementerian Luar Negeri, mengaku merasakan gempa kuat di kawasan Senggigi, Lombok. Ia berada di daerah wisata itu saat gempa terjadi.
“Sangat terasa karena berdekatan dengan Lombok Utara. Para turis berhamburan keluar dari hotel karena takut,” kata Iqbal kepada BBC News Indonesia.
Iqbal mengatakan, tidak terdapat bangunan hancur di sekitar Senggigi. Ia melihat sebagian turis kembali beraktivitas, sementara sejumlah wisatawan lainnya telah masuk ke hotel.
“Saat ini sedang peak season. Semua hotel sepertinya penuh,” kata Iqbal.
Adapun, gempa yang diduga akibat akivitas Sesar Naik Flores itu juga menyebabkan longsor di Gunung Rinjani. Jalur pendakian gunung itu kini ditutup untuk umum.
Sementara Presidsn Jokowi saat itu juga telah mengintruksikan seluruh jajaran pemerintah baik Kepala Badan Nasional Peenggulangan Bencana Pusat dan Daerah, Kementrian PUPR, Kementerian Sosial, dan Panglima TNI untuk bergerak cepat.
Kata Jokowi dirinya akan hadir dan melihat kondiisi korban bahkan ingin bertemu para korban, sore ini atau pagi saya sudah ada di lokasi, ucap Presiden.(**)
“






