Warga Lokal Jati Bunder Datangi UMKM Jakarta Pusat, Nasib Kami Memang Jual di Trotoar

40.6K pembaca

Jakarta, sketsindonews – Sebanyak 20 pedagang perwakilan Jati Bunder yang tidak kebagian dari program “sky bridge” menjadi bertanya atas hak nya yang tidak dapat di tampung.

Menurut perwakilan pedagang lokal Deny Sofyan dalam rilisnya menyatakan, intinya kami datang menemui Kasudin UMKM Jakarta Pusat Bangun Richard meminta keadilan, banyak PKL aseli warga Tanah Abang tak terakomodir dari mulai tenda hingga kios “sky bridge”, pungkasnya. (17/10)

Sebekumnya kami ke Kelurahan Kebon Kacang, di pimpong lagi tingkat Kecamatan melalui Satpel UMKM Deden dan terakhir kami ke Sudin UMKM Kota Jakarta Pusat.

Gambar

Apa kami dapat, kata Denny. Tenyata kami hanya di stop karena kendali sudah di PD. Pasar Jaya maka kami harus mengajukan ke pihak PD. Pasar Jaya, terangnya.

“Atas dasar ini maka kami bersama pedagang lainnya tak bisa menjadi bagian program unggulan pemerintah DKI Jakarta, katanya mencetak wira usaha entrepreunership sesuai janji Gubernur Anies ternyata warga lingkungan sudah puluhan tahun hanya menjadi penonton, ucapnya

Mau gak mau kami dagang saja karena memang ini sudah diatur oleh permainan dan nanti akan terlihat siapa yang bermain karena banyak duplikasi dalam data.

Nasib kami memang harus jual di trotoar, karena kebijakan yang tak adil, tambah Deny.

Sementara Kasudin UMKM Kota Jakarta Pusat Bangun Richard saat di hubungi mengakui, mereka menerima komplain namu hal ini kami jelaskan pada mereka.

Pertama, wewenang kami sudah selesai bahwa bahwa 446 pedagang sudah kami ajukan dan tercatat oleh pihak PD. Pasar Jaya yang nantinya mengelola sky bridge.

Kedua, sisanya 146 pedagang yang tak terakomodir di sky bridge oleh pihak PD Pasar Jaya akan di tampung di Blok F Pasar Tanah Abang, ucap Richard.

reporter : inong

No More Posts Available.

No more pages to load.

Siap