1447 H
رمضان كريم
Marhaban Ya Ramadan
Semoga bulan suci ini membawa keberkahan, kedamaian, dan ampunan bagi kita semua.
✦ Mari sucikan hati, perbanyak ibadah, dan pererat silaturahmi ✦
Hengki Lumban Toruan
HENGKI LUMBAN TORUAN CEO & Founder Sketsa Indonesia

Tolak Pembangunan Apartemen, Warga Rusun Klender: Bayar Bulanan Aja Nego

oleh
7.7K pembaca

Jakarta, sketsindonews – Penghuni Rumah Susun (Rusun) Perumnas Klender datangi kantor Pemerintah Daerah DKI Jakarta untuk meminta peninjauan kembali izin pembangunan Apartemen dilokasi mereka tinggal.

Diketahui pembangunan Apartemen tersebut akan dilakukan dengan merobohkan Rusun yang telah mereka tempati puluhan tahun.

“Rumah kita digusur untuk apartemen maka harus dianulir atau ditinjau kembali izin prinsip tersebut,” ujar Enal dilokasi rusun usai kembali dari kantor Pemprov DKI Jakarta, Rabu (14/11).

Gambar

Enal mengungkapkan, saat ditiba di kantor Pemda DKI mereka diterima oleh Noval salah seorang Tim dari TGUPP dan melengkapi berkas serta sertifikat hak guna bangunan (HGB) yang berlaku hingga tahun 2030.

Pertemuan dengan TGUPP tersebut diisi dengan menjelaskan program kerja Perhimpunan Pemilik dan Penghuni Rumah Rusun Klender (PPPRSK) dan meminta agar ada peninjauan kembali.

Karena menurutnya, ada indikasi pengembang bermain dengan agenda revitalisasi.

“Dari 1280 pintu atau pemilik unit 80 persen lebih menolak revitalisasi menjadi apartemen. Ini digusur ada indikasi permainan pengembang Perumnas adalah BUMN,” katanya.

Ale salah satu penghuni lain mengungkapkan bahwa mereka telah menerima lembaran surat yang berisi pertanyaan dan pernyataan terkait pembangunan Apartemen yang disebar oleh pengurus PPPRSK.

Dimana menurutnya, garis besar dari pertanyaan dan pernyataan agar mereka mengikuti dan menyetujui pembangunan Apartemen.

“Dan cara-cara pengurus PPPRSK door to door dengan membawa surat harus menyetujui dan memasukan kertas kebawah kolong pintu,” ungkap Ale.

Dia memaparkan bahwa faktor ekonomi juga nenjadi alasan penolakan pembangunan Apartemen. Untuk itu rencana Pembangunan apartemen saat ini sangat meresahkan penghuni rusun yang berjumlah 78 Blok di Perumnas Klender.

“Isu pembangunan apartemen sangat meresahkan iuran bulanan aja nego. Karena yang tinggal di apartemen orang yang berduit belum bayar parkirannya. Stoplah pembangunan apartemen kita lihat orang-orang kita tinggal di atas (rusun) inilah yang membuat warga suara,” keluhnya.

(Eky)

No More Posts Available.

No more pages to load.

Siap