Ketua FKDM DKI : Riset Setara Institut Meragukan DKI Masuk 10 Besar Kota Intoleran

28.7K pembaca

Jakarta., sketsindonews – Pernuatan Wakil Permusyawaratan Rakyat (MPR), Hidayat Nur Wahid (HNW) terkait hasil penelitian Setara Institute yang menyebutkan DKI Jakarta masuk 10 besar kota tidak toleran di Indonesia.

Politisi PKS HNW merilis melalui akun twitternya, @hnurwahid pada Senin (10/12) pagi.

Diketahui, Hasil riset Direktur Setara Institute Halili merilis hasil penelitian yang mengukur soal promosi dan praktek toleransi di 94 kota di Indonesia pada tahun 2018 di Hotel Ashley. (8/12)

Gambar

Laporan Indeks Kota Toleran (IKT) Tahun 2018 tersebut mencatat bahwa DKI Jakarta dan wilayah sekitarnya, seperti Bogor dan Depok, masuk dalam daftar 10 kota dengan skor toleransi terendah.

Menyikapi ini Ketua Forum Kewaspadaan Dini Masyarakat (FKDM) DKI Jakarta M Rico Sinaga menyatakan, riset itu memurutnya meragukan hasil penelitian Setara Institute yang menyebutkan DKI Jakarta masuk 10 besar kota tidak toleran di Indonesia.

Pasalnya, untuk diketahui sejak dipimpin Gubernur DKI Jakarta, Anies Baswedan, kondisi sosial kemasyarakatan dan keagamaan di ibukota telah berubah banyak ketimbang gubernur sebelumnya.

“Satu tahun Pak Anies memimpin, tercatat ada tujuh pembangunan  gereja yang  diloloskan izinnya. Ini berbeda jauh dari era sebelumnya,” kata Ketua FKDM DKI Jakarta, ujarnya. (10/12)

Tujuh pembangunan gereja yang disetujui Anies diantaranya Gereja di Semper, Jakarta Utara dan Gereja HKBP Sudirman, Jakarta Selatan.

Menurut Rico, khusus Gereja HKBP Sudirman diketahui izinnya sudah diajukan sejak zaman Gubernur DKI, Sutiyoso.

“Tapi sampai Gubernur Ahok (Basuki Tjahaja Purnama) lengser, izin Gereja HKBP Sudirman nggak dikasih-kasih. Barulah pas Pak Anies mimpin, izin baru keluar,” ujar Rico.

Selain itu, Anies juga mengizinkan Monumen Nasional (Monas) untuk Perayaan Paskah yang digelar Gereja Bethel Indonesia (GBI) pada di Minggu (1/4). Paskah tersebut dihadiri puluhan ribu jemaat gereja.

Terakhir, Anies mengeluarkan izin Perayaan Natal Bersama di Stadion Utama Gelora Bung Karno (SUGBK) pada Sabtu (8/12) lalu yang dihadiri ratusan ribu jemaat.

“Jadi hasil penelitian Setara Institute itu sepertinya harus diralat ulang,” apa dasarnya”, tegas Rico.

reporter : nanorame

No More Posts Available.

No more pages to load.

Siap