Refleksi 2018 Menata Kawasan Tanah Abang Apresiasi Untuk Pemko Jakarta Pusat

oleh
34.6K pembaca

Jakarta, sketsindonews – Refleksi akhir tahun 2018 sebagai perjalanan menata Kawasan Tanah Abang dari problematika penuntasan secara komprehensif dianggap berhasil pada titik berbagai persoalan sudah mulai terurai sejak Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan melaksanakan pembuatan “Sky Bridge” (JPM) hingga kerja sama dengan PT. KAI.

Pemko Jakarta Pusat bersama jajaran SKPD leading sektor yang ada begitu koordinatif baik program Praja Wibawa (Satpol PP), Dishub, Sudin UMKM, Sudin LH dalam menata kawasan jalan Jati Baru.

Menurut H. Heru Nuryaman tokoh pemuda Tanah Abang, diakuinya penataan kawasan dari macet sudah mulai terurai selain karena mobilisasi aktifitas yang beraktifitas di kawasan Tanah Abang bisa mencapai 30 ribu lebih itu sangat tinggi, selain fungsi JPM salah satu penanggulangan penempatan PKL berjumlah 446 pedagang di JPM sudah mulai terlihat gairah ekonomi, tukasnya. (28/12).

Problem penuntasan teritegrasi seesungguhnya akan lebih baik jika akses dalam menempatkan spot – spot masalah harus di selesaikan secara bertahap selain harus dibangun secara cepaf Transit Oriented Development (TOD) Blok G untuk segera dibangun yang nantinya akan menjadi sebuah solusi mengurai mobilisasi semua aspek yang ada, jelas Heru.

Kita harus memberikan apresiasi pada pihak pemerintah kota Jakarta Pusat yang secara sungguh menuntaskan persolan krusial Tanah Abang, sepertinya di akhir tahun ini menata kawasan lebih baik dari sebelumnya.

Persoalan yang paling penting pedagang sudah diberikan banyak kelunakan terkait fasilitas oleh pemda DKI, agar tidak lagi gaya lama dipakai oleh pedagang diatas buka di trotoar juga membuka lapak.

Ini yang selalu dipakai oleh pedagang kalo itu terjadi maka sterilitas kawasan trotoar sebagai urai dari mobilisasi warga menuju traffic line menjadi kawasan nyaman hanya menjadi isapan jempol yang menjadi harapan semua publik.

Kedua, JPM (sky bridge) jangan lagi terlihat pedagang tak tercatat walau hanya buka lapak seperti penjual minuman, rokok atau sejenisnya yang menambah citra JPM sebagai koridor yang tertata bagi pejalan kaki menjadi buruk.

Padahal sebanyak 446 pedagang selain saat ini masih gratis dan hanya membayar 500 ribu rupiah perbulan tentunya waktu dekat juga akan di bantu permodalan dari Bank DKI bagi yang sudah memiliki IUMK di Sudin UMKM selain memiliki ijin dari PTSP bagi warga DKI.

Praja Wibawa Satpol PP juga harus tegas jika di temukan indikasi pedagang ternyata hasil tangkapan ternyata juga pedagang dari atas untuk tak segan memberikan sangsi, tandas Heru.

Apa Kata Satpol PP Jakarta Pusat

Sementara Kasatpol PP Jakarta Pusat Rahmat Lubis ketika di minta pendapatnya senada menyatakan, keberhasilan menata Kawasan Tanah Abang diakuinya saat ini sungguh sangat baik dalam mengurai persoalan yang ada, walaupun sebelumnya belum ada kesamaan dengan PT. KAI dalam menanganan masalah, ujarnya.

Namun kini terlihat pada titik masalah sudah mulai ada kesamaan dalam memberlakukan fungsi – fungsi yang ada untuk di pecahkan, sehingga mobilisasi arus publik sudah mulai terintegrasi, terang Rahmat.

Mengenai pendestrian PKL sejak ada JPM harus sudah clear tak ada lagi trotoar sebagai fasilitas publik di gunakan bagi berdagang, maka ketegasan kami tetap berlaku dalam penindakan pelanggaran yang ada bagi pelaku ekonomi.

Sejak zonasi pedagang secara khusus di realokasi dam pejalan kaki di atur dalan aksesnya yang terintegrasi pada shelter yang ada hingga traffic line, maka kawasan ini tinggal memiliki Transit Oriented Development (TOD) dengan fasilitas lengkap, ada ruko bagi pedagang, rusun (apartemen), dan fasilitas lain dengan melaksanakn pembebasan lahan kawasan, terang Rahmat.

reporter : nanorame

No More Posts Available.

No more pages to load.

Siap