Jakarta, sketsindonews – Pergantian Kepala Satpol PP DKI Jakarta dari Wahyu Yani Purwoko dalam rotasi mutasi pejabat DKI kini di jabat Drs. Arifin mantan Wakil Jakarta Pisat, Wakil Jakarta Selatan serta mantan Kadis Perumahan.
Peran Satpol PP sebagai peran Law Enforcement di masyarakat dalam menata penertiban di Jakarta bukan perkara mudah termasuk menata kembali mafia reklame yang marak oleh pelanggaran pajak, kasus reklame terus mencuat untuk di bereskan oleh Kasatpol PP yang baru, ujar
Gubernur Anies Baswedan sangat jeli melihat kondisi in sehingga pergantian Yani yang di geser menjadi posisi Asdep Budaya, ujar Amir Hamzah Pengamat Kebijakan Publik, usai diminta pendapat di Balaikota DKI Jakarta.
“Tantangan Satpol PP DKI tidak mudah selain berbagai persoalan menata kawasan Jakarta dari perang atribute kampanye yang melanggar aturan dalam persiapan sukses pileg dan pilpres 2019.”
Dengan diangkatnya PJLP (Penyedia Jasa Layanan Perseoaangan) di lima wilayah kota hingga mencapai hampir ribuan perlu di maksimalkan dalam menata pelanggaran perda secara kearifan lokal, terang Amir.(25/2)
Koordinasi bersama Dishub dalam. menata kawasam sterilitas kemacetan dan rawan PKL masih menjadi persoalan publik warga Jakarta.
Selain pendestrian oleh pemgawalan PJLP bagi kawasan publik dengan program law enforcement menjadi catatan penting bagi Kepala Satpol PP DKI Jakarta di masa mendatang.
Sosok Arifin merupakan birokrat karir tentunya sangat memahami apa yang di inginkan Gubernur Anies dalam menyusun citra Satpol PP di lima Wilayah Kota dan Kepulaaun Seribu.
nanorame











