Jakarta, sketsindonews – Sudah kronik dan menahun kawasan sepanjang Jalan Ir. Haji Juanda II, Kebon Kelapa, Gambir, Jakarta Pusat persis terletak di bawah kolong rel Kereta Api (KA) kumuh dan kotor apalagi LPS kadang tercecer sampah yang tak bersih membuat jalan alternatif (inspeksi) lintas menuju tembus jalan Samanhudi – Juanda semakin miris.
Pantauan dilapangan, tidak hanya bahu jalan saja yang terlihat semrawut dan kumuh dengan menjamurnya bahkan fungsi pagar di jadikan hanger oleh warga.
Pedestarian sepanjang jalan ini juga dikuasai gubuk liar dan lapak Pedagang Kali Lima (PKL) maupun pemulung hingga bertahun-tahun lamanya tidak pernah disentuh menjadi ceceran kumuh yang tertinggal.
Kekumuhan kawasan itu sepertinya tidak menjadi fokus karena merupakan kewenangan PT .KAI sementara kawasan lain Sawah Besar Stasiun hingga Karang Anyar tertata dengan baik, ungkap salah satu warga lintas Andika.(7/4)
“Tak elok untuk dilihat,” kok dibiarkan saja oleh aparat Kelurahan Kebon Kelapa dan Kecamatan Gambir. Terkesan seperti melakukan pembiaran,” keluhnya.
Menurutnya, penataan kumuh dan kampung telah menjadi perhatian Gubernur Anies Baswedan terhadap spot lingkungan strategis untuk setidaknya di lakukan perubahan menjadi product manfaat bagi masyarakat secara umum.
Aparatur atau pamong di wilayah setidaknya harus mempunyai program prioritas kawasan untuk mengetahui detail persoalan yang sudah tahu untuk dikemas ebih elok, indah dan tertib sebagai salah satu upaya inovasi.
Ini sama saja tidak mendukung program Kampung Kota Bersama yang merupakan salah satu unggulan Gubernur Provinsi DKI Jakarta, Anies Rasyid Baswedan selain menjadi catatan sebagai progress pamong, tandasnya.
nanorame











