Jakarta, sketsindonews – Sampah hasil “PKL On The Street Akbar” Kemayoran Jakarta Pusat dari produksi sisa sampah tak tanggung – tanggung bisa hasilkan 6 kubik per hari, biasanya jika tak ada PKL hanya hasilkan rutinitas 2 kubik saja, ujar salah satu sumber petugas PPSU Kebon Kosong.
Kami setiap hari dengan personil tambahan selalu lakukan grebek sampah dengan adanya PKL tersebut hingga dini hari jelang sahur dan pagi hari, kata sumber.

Andrew (45) seorang warga menyikapi, atas kondisi yang ada dalam permainan kebijakan PKL Akbar kembali beroperasi dengan menuai segala dampak wilayah yang sudah baik menjadi sebaliknya. (6/5)
Seperti dampak lingkungan sampah menjadi meningkat, parkir liar serta lintas akses warga menjadi pergunjingan publik oleh sebuah pembiaran atas prilaku pelanggaran aturan.
Di pihak lain Ketua RW 05 Kebon Kosong Ache mengatakan sampah pembuangan itu ada di wilayahnya padahal diketahui janji pihak pemerintah itu kawasan TPS hanya sementara setelah dibangunnya TPS ramah lingkungan Dakota menjadi alternatif.
Otomatis sampah Akbar pembuangan itu kewilayahnya karena sudah menjadi stigma wilayah kami menjadi TPS bayangan hingga saat ini, jelas Ache.
Untuk diketahui lokasi TPS ramah lingkungan tak jelas konsepnya degan lahan seluas 1 Ha yang diberikan pihak Pusat Pengelola Komplek Kemayoran (PPKK) faktanya itu hanya Di jadikan parkir mobil milik Sudin LH, tutupnya.
nanorame








