sketsindonews – Waktu itu saat kududuk di kelas terlihat seorang wanita yang menarik menurutku. Seseorang yang punya semangat juang tinggi untuk mengejar mimpinya. Tidak banyak mengeluh dan selalu ceria. Semoga suatu saat kamu sadar bahwa hadirmu buat hatiku ini berdebar. Walau begitu cepat momen itu, kau dapat hadirkan dan berikan sebuah senyuman manis kepadaku. Hingga saat ini senyummu terpatri di dalam benakku.
Walaupun hanya sekejap, rasa ini bagai pelangi yang hiasi dan sejukan hati. Semakin aku menikmati durasi, meski saat ini tak bisa kumiliki dengan sepenuh hati, namun hirup aroma wangimu dapat kunikmati.
Paras indahmu, seolah memeluk tubuhku, lalu kurasakan nyaman. Namun aku tahu, kamu tak bisa langsung merasakan itu, sebab kata orang, cinta itu butuh proses dan perjuangan.
Anganku berulah kembali. Kau bawakanku ke dalam anganmu, kaupeluk erat tubuhku, bak angin dalam embusan angin yang syahdu. Aku terbawa ke dalam ruang benakmu. Sampai aku terjatuh dan terpaku, kaudapat membuatku nyaman, menghadirkan sejuta impian dan memberikan pesona yang buatku tenang walaupun hanya sebentar.
Tidaklah cukup 24 jam untuk bersama denganmu, bila perlu akan kubeli waktu. Sangatlah sulit untuk kulupakan setiap kali aku bersamamu. Di saat kita jauh, akan terus kupandangi bingkai gambar swafotomu, walaupun tak sama rasanya seperti saat kita bertatap muka.
Ketika kuterjerat dalam ruang distansi, aku hanya dapat berimajinasi. Berharap berpapasan di dalam mimpi dan temukan hamparan untuk bisa kita singgahi. Kau hadir di setiap detik saat kuterlelap bagaikan sebuah lagu pengantar tidur di malam hari.
Seringkali aku melihatmu berswafoto bersama ibumu. Kemudian kubayangkan pada setiap swafotomu bersama keluarga besarmu itu, diriku ikut menyempil di sana. Untuk sekadar mengusap punggungmu atau membenarkan letak kerudungmu.
Semoga suatu saat kita dapat dipertemukan kembali. Sangatlah kusyukuri bila momen itu, cepat atau lambat, akan terjadi. Akan kubuat momen itu abadi karena aku tak ingin sudahi. Agar kamu yakin bahwa akulah orang yang tepat untuk menjadi tambatan hati.
(Akhmad M Awwal/Mahasiswa PNJ Prodi Jurnalistik)







