Jakatta, sketsindonews – Partai Golkar DKI kembali terjadi polemik pasalnya soal dukung mendukung calon Ketum DPP Parrai Golkar.
Pasca ditariknya dukungan Caketum kepada Bapak Bambang Soesatyo, menurut pandangan Sekretaris Partai Golkar Jakarta Pusat, Achmad Mustari, kepada sketsindonews menyatakan, ia memberikan apresiasi terhadap Plt Ketua Partai Golkar DKI Jakarta Rizal Malarangeng yang memerintahkan kepada Plt Ketua Golkar Jakarta Pusat untuk menarik dukungannya, karena dalam memberikan dukungannya tidak berkoordinasi dulu tanpa ijin.
Lanjut Mustari , ini jelas tidak sesuai dengan mekanisme yang ada yakni belum adanya rapat pleno Partai Golkar ditingkat Kota Jakarta Pusat secara organisasi.
“Partai Golkar Jakarta Pusat selalu fatsun dan tetap setia menghormati Ketua Umum DPP Partai Golkar Bapak Airlangga Hartanto, dan akan selalu mengikuti arahan dan petunjuk beliau”.
Namun apa yang terjadi, langkah apa yang dilakukan oleh Saudara Basri Baco mendukung Caketum Bambang Soesatyo (sebelum ditarik) adalah keputusan pribadi tanpa melibatkan sekretaris yang sah dan berdasarkan hasil musda, dan lebih parahnya keputusan dukung mendukung dilakukan sangat mengesampingkan kaidah organisasi, dan tidak berkordinasi dengan Plt Ketua DKI padahal jelas-jelas statusnya Basri Baco juga adalah sebagai sekretaris Partai Golkar DKI Jakarta, papar Mustari. (30/6)
Oleh karena itu kami Pengurus Partai Golkar Jakarta Pusat berharap saudara Basri Baco dapat segera dikenakan sanksi tegas dari Ketua Umum dan Sekjen DPP Partai Golkar dengan menganulir dan mencabut status Plt Ketua Partai Golkar Jakarta Pusat terhadap saudara Basri Baco, tandas Mustari.
Secara bersamaan Bendahara Partai Golkar Jakarta Pusat menambahkan, semenjak ada pergantian Plt Jakarta Pusat yang sekarang di jabat saudara Basri Baco telah menimbulkan 2 kubu dan situasi tidak kondusif, selayaknya DPP Partai Golkar bisa menyikapi kondisi sekarang ini telah terbelah dua akibat polemik ini, ucap Ramdhani.
nanorame











