Jakarta, sketsindonews – Saling tuding antar pejabat di instansi terkait atas keberadaan kos – kosan dengan luas tanah 32 meter hingga mencapai 60 kamar “Made in Hongkong” seperti tinggal di kolong ternyata sejak 2018 baru ramai dan langsung disidak Wakil Walikota Jakarta Pusat Irwandi, tadi pagi. (2/9).
Kos – kosan di Jalan Kampung Rawa Sawah V No 14 terlihat sangat tidak manusiawi milik Sunan Kori dengan harga perhari sewa 50 ribu rupiah dan sewa bulanan hanya 300 ribu rupiah.
Harga ini warga mau dengan kemungkinan terpaksa untuk menyewa kos sebagai sarana tinggal walaupun kelayakan buruk.
Siapa yang bertanggung jawab atas kasus ini hingga larut tanpa dilakukan upaya preventif bagi pemilik setelah awak media langsung melihat kondisi kamar kos dengan ukuran seperti kandang burung.
Wakil Walikota Irwandi saat sidak menyatakan, ini harus di segel oleh pihak – pihak antar instansi yang sangat lemah dalam pengawasan terhadap rumah – rumah kos yang marak.
Bukan hanya pada ijin operasional, pajak, tapi kualitas peruntukan standar kos juga harus menjadi pemikiran pejabat berwenang, tegasnya.
Sudin Perumahan dan Citata harus segera lakukan aksi secara kongkrit, bila perlu bongkar, kami sungguh prihatin melihatnya sangat miris kondisi warga tinggal tidak bermartabat dan humanis kelayakan tinggal.
“Jangan lah kondisi wilayah padat kampung rawa justru dibuat pemanfaatan yang tidak semestinya terhadap rasa kemanusiaan dengan pertimbangan untung semata pihak pengelola.”
Dampak dari kos kecil mirip kandang burung faktor efeknya sangat luar biasa bukan hanya kesehatan, ancaman kebakaran hingga menuai penyakit sosial lain, berang Irwandi.
nanorame







