1447 H
رمضان كريم
Marhaban Ya Ramadan
Semoga bulan suci ini membawa keberkahan, kedamaian, dan ampunan bagi kita semua.
✦ Mari sucikan hati, perbanyak ibadah, dan pererat silaturahmi ✦
Hengki Lumban Toruan
HENGKI LUMBAN TORUAN CEO & Founder Sketsa Indonesia

Program E Learning Terbosan Baru Badiklat Kejaksaan RI

29K pembaca

Jakarta, sketsindonews- Membangun sebuah inovasi tidak lah mudah, apalagi untuk kepentingan banyak orang. Namun, jika diawali dengan niat baik dan didukung dengan intelektual serta Sumber Daya Manusia, sebuah inovasi akan berjalan baik.

Presiden Joko Widodo pun pada periode ke dua ini menekankan dan menitikberatkan kepada pembangunan SDM untuk menciptakan warga berkualitas yang unggul dan inovatif di tengah era industri 4.0 saat ini.

Seiring dengan itu Badan Pendidikan dan Latihan (Badiklat) Kejaksaan RI melakukan terobosan baru untuk menciptakan insan adhyaksa yang unggul, dengan melakukan akselerasi dan bersinergi dengan berbagai pihak.

Gambar
E Learning Terbosan Baru Badiklat Kejaksaan RI

Melalui program “E-Learning” Badiklat Kejaksaan membuat sistem pendidikan dengan aplikasi elektronik untuk mendukung belajar mengajar.

Kepala Badan Pendidikan dan Latihan (Kabandiklat) Setia Untung Arimuladi menuturkan, peluncuran dan teknikal worksop program mentoring tindak pidana perdagangan orang, berbasis elektronik Learning atau E Learning ditujukan bagi aparat penegak hukum.

Menurutnya program sistem e-pembelajaran dapat didefinisikan sebagai sebuah bentuk teknologi informasi yang diterapkan di bidang pendidikan berupa website yang dapat diakses di mana saja.

Bahkan E-learning merupakan dasar dan konsekuensi logis dari perkembangan teknologi informasi dan komunikasi. Ditambahkan mantan Kajati Jabar itu, program pengajaran itu masih dalam uji coba selama dua hari. Yakni 9 dan  10 September 2019.

“Sesudah itu pelaksanaan mulai 23 September hingga 23 Desember tahun ini” kata Kabandilkat Setia Untung Arimuladi dihadapan Wakil Jaksa Agung Arminsyah di ruang Sasana Adhika Karyya, Senin (9/9).

Tampak hadir dalam acara peluncuran e learning itu, Duta Besar Australia Hoff Louisman, Jaksa Agung Muda (JAM) Intelijen, Jan S Maringka, Pelaksana Tugas (PLT) Jambin, Staf ahli Jampidsus Sudung  Situmorang, Karopeg Mashyudi, Kejati DKI Jakarta Warih Sadono dan para Kajari se Jakarta.

Sementara itu sambutan Jaksa Agung HM Prasetyo yang dibacakan Wakil Jaksa Agung Arminsyah. Dalam sambutannya, Jaksa Agung berpesan agar peluncuran E Learning merupakan momentum yang memiliki makna begitu penting. Untuk itu sebagai bagian dari niatan baik, tekad, dan kesungguhan kita bersama.

“Mengukuhkan komitmen dan keinginan untuk menghadirkan Kejaksaan sebagai institusi penegak hukum yang dapat diandalkan bagi hadirnya penegakan hukum yang berkualitas. Terutama berkontribusi secara postif di tengah pekerjaan penting untuk mencegah dan memberantas persoalan tindak pidana perdagangan orang (human trafficking)” ujar HM Prasetyo dalam sambutannya.

Ditambahkannya,  ia pun memberikan penghargaan dan apresiasi setinggi-tingginya kepada International Organization for Migration (IOM), atas dukungan, bantuan, dan peran sertanya dalam mengembangkan platform digital aplikasi e-learning sebagai sarana untuk memaksimalkan jalannya program mentoring penanganan kasus TPPO.

“Saya berharap kerjasama yang kolaboratif dan sinergis ini dapat terus terjalin dan ditingkatkan secara berkesinambungan dan berkelanjutan, guna mewujudkan keberhasilan penegakan hukum atas kejahatan perdagangan orang yang sedang dan terus kita perjuangkan tiada henti dan tanpa kenal lelah” pungkasnya.

Disela peluncuran program ini, Setya Untung menjelaskan dalam aplikasi e-learning tim penyelenggara atau mentor mamasukan data seperti kurikulum atau modul mengajarnya, mengentri data siswa, data widyaiswara, bank soal dan memasukan tugas serta nilai.

“Program ini juga dilengkapi animasi flash sebagai media interaktif, ada video youtube. Kemudian ada juga online quiz, juga tersedia fitur e-survey. Nah, setelah menyelesaikan Diklat siswa akan mendapat sertifikat. Program ini juga bagian cinta lingkungan, untuk kami menghemat penggunaan kertas,” ujar Untung.

Setya Untung menambahkan program ini mempermudah bagi siswa dan mentor atau Widyaisawara yang mengikuti pendidikan di Badiklat ini dapat mengakses bahan ajar, mengerjakan tugas, mengikuti forum diskusi, video conference, melihat nilai, mengisi survey, mengunduh sertifikat.

Sedangkan tugas Widyaiswara mempermudah memeriksa tugas, mengikuti forum diskusi, video conference dan memasukan nilai. Untuk presentase nilai untuk keaktifan kehadiran, tugas, nilainya 15 persen, ujian 30 persen, dan praktek atau aksi, 40 persen. Sedangkan pengerjaan quiz bagi siswa untuk dapat lulus pada ujian materi akan mendapatkan nilai minimal 80, dan dapat melanjutkan ke materi yang lain.

“Tersedia juga e-survey yang dimanfaatkan tim penyelenggara maupun terhadap Widyaiswara di masing-masing materi. Nah, hasil survey dapat dimanfaatkan oleh pimpinan dalam membuat kebijakan demi penyelenggaraan diklat yang lebih baik ke depan,” tandas mantan Sesjamintel Kejagung ini.

Sofyan Hadi

No More Posts Available.

No more pages to load.

Siap